Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community
Vol 10, No 3 (2026): JULI: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMUNI

MODEL RISIKO LOW BACK PAIN PADA OPERATOR ALAT BERAT BERDASARKAN WHOLE BODY VIBRATION

Linsy Anggraini Putri (Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)
Elvi Sunarsih (Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)
Hamzah Hasyim (Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)
Yuanita Windusari (Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)
Novrikasari Novrikasari (Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)
Anita Camelia Camelia (Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
08 Jul 2026

Abstract

Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami operator alat berat akibat paparan getaran seluruh tubuh (Whole Body Vibration/WBV), faktor ergonomi, dan karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model risiko LBP dengan mengintegrasikan paparan WBV, ergonomi kerja, serta karakteristik individu dalam satu model prediksi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 93 operator alat berat PT. XY yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran WBV, observasi posisi duduk dan kondisi kursi operator, serta pengukuran keluhan LBP menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan model regresi memiliki kemampuan prediksi sangat baik dengan nilai R² sebesar 0,969 dan uji simultan signifikan (F = 287,698; p 0,001), sehingga 96,9% variasi keluhan LBP dapat dijelaskan oleh variabel dalam model. Paparan harian WBV A(8) merupakan faktor paling dominan terhadap keluhan LBP, diikuti ergonomi kursi operator, indeks massa tubuh, posisi duduk, durasi paparan kerja, dan masa kerja. Usia, jenis alat berat, dan usia alat tidak berpengaruh signifikan. Model risiko ini menunjukkan bahwa WBV merupakan prediktor utama LBP pada operator alat berat. Oleh karena itu, pengendalian paparan getaran, perbaikan ergonomi, pemeliharaan suspensi alat, dan pengaturan durasi kerja perlu diterapkan secara berkelanjutan. 

Copyrights © 2026