Survei awal yang dilakukan peneliti di Kelurahan Sindulang 1 pada bulan Juni 2025 menemukan bahwa ada beberapa praktik pembuangan limbah cair domestik yang tidak memenuhi syarat di masyarakat. Salah satu contohnya adalah pembuangan limbah cair ke selokan terbuka, pengaliran langsung ke badan sungai, dan keadaan sarana pembuangan air limbah (SPAL) yang bocor dan tidak kedap air. Kondisi ini tidak memenuhi kriteria Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Pilar 5, dan dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan bayi terkena diare. Tujuan: Mengetahui hubungan antara praktik pembuangan limbah cair domestik dengan riwayat diare pada balita di Kelurahan Sindulang 1. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Hasil penelitian dan kesimpulan berupa terdapat hubungan secara statistik antara praktik pembuangan limbah cair domestik dengan riwayat diare pada balita di Kelurahan Sindulang 1. Dengan nilai p = 0,021 (p < 0,05) berdasarkan uji Fisher’s Exact Test. Hasil ini didukung oleh distribusi data di lapangan, di mana sebagian besar responden memiliki praktik pembuangan limbah cair domestik yang tidak memenuhi syarat sebanyak 50 orang (83,3%), sementara yang memenuhi syarat hanya 10 orang (16,7%). Kondisi tersebut sejalan dengan riwayat diare pada balita, di mana sebanyak 48 balita (80,0%) pernah mengalami diare dan 12 balita (20,0%) tidak pernah mengalami diare.
Copyrights © 2026