Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan rasio keuangan PT Electronic City Indonesia Tbk dan PT Erajaya Swasembada Tbk periode 2022–2025 menggunakan rasio Total Asset Turnover (TATO), Debt to Equity Ratio (DER), dan Net Profit Margin (NPM). Penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan, Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), dan Management Discussion and Analysis yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI) serta situs resmi masing-masing perusahaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menghitung rasio keuangan menggunakan Microsoft Excel, kemudian menginterpretasikan hasil berdasarkan laporan keuangan, CaLK, dan pembahasan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Erajaya Swasembada Tbk memiliki nilai Total Asset Turnover (TATO) yang lebih tinggi sehingga lebih efektif dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan penjualan. PT Electronic City Indonesia Tbk memiliki Debt to Equity Ratio (DER) yang lebih rendah sehingga menunjukkan struktur pendanaan yang lebih konservatif, sedangkan PT Erajaya Swasembada Tbk lebih banyak memanfaatkan liabilitas untuk mendukung kegiatan operasional dan ekspansi usaha. Dari aspek profitabilitas, PT Erajaya Swasembada Tbk memiliki Net Profit Margin (NPM) yang relatif stabil, sedangkan PT Electronic City Indonesia Tbk mengalami penurunan profitabilitas hingga mencatat rugi bersih pada tahun 2025. Berdasarkan hasil penelitian, PT Erajaya Swasembada Tbk menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan PT Electronic City Indonesia Tbk selama periode penelitian, hal tersebut tersebut disebabkan oleh karakteristik model bisnis masing-masing perusahaan.
Copyrights © 2026