Pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 masih menjadi tantangan di Puskesmas Cisadea. Studi pendahuluan menunjukkan banyak pasien datang dengan gula darah tinggi akibat pola makan yang tidak teratur, rendahnya frekuensi kontrol kesehatan, ketidakpatuhan konsumsi obat, serta kurangnya pemantauan gula darah mandiri. Aktivitas fisikyang minim juga memperburuk kondisi pasien. Permasalahan-permasalahan ini mengindikasikan bahwa perilaku self management pasien belum optimal sehingga berdampak pada tidak terkendalinya kadar gula darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cisadea Kota Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 115 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitianberupa kuesioner DSMQ serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan glukometer digital. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki perilaku self management baik (81,7%), dan 65,2% di antaranya memiliki kadar gula darah terkontrol. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,002 yang menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku self management dan kadar gula darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Pasien dengan perilaku self management yang baik cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol. Peningkatan edukasi dan pendampingan pasien perlu dilakukan untuk memperkuat perilaku self management sebagai bagian dari pengendalian penyakit diabetes secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026