Kesejahteraan psikologis merupakan cerminan dari kesehatan mental. Namun, tidak banyak penelitian yang melihat kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar, terutama pasca bencana banjir. Padahal, suatu bencana berdampak terhadap kesehatan mental warga, bersifat langsung atau tidak langsung, jangka pendek atau jangka panjang. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar pasca bencana banjir. Penelitian kuantitatif ini menggunakan alat ukur Depression Anxiety Stress Scale-21 dan Flourishing Scale, pada total responden penelitian 729 orang (Musia= 36.95, SD=11.36). Analisis data dilakukan melalui uji korelasi, uji t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi negatif antara depresi, kecemasan, dan stress dengan kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar. Implikasi dari penelitian mendorong pembuat kebijakan untuk menurunkan tingkat depresi, kecemasan dan stres warga kota Denpasar dengan pemberian intervensi yang menguatkan kesehatan mental dan keterampilan pemecahan masalah melalui konseling dan psikoedukasi yang dilakukan secara rutin.
Copyrights © 2026