Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Profil Kognitif Anak dengan ASD dilihat dari WISC-IV: Apa Kekuatan dan Kelemahannya Mohammad Salman Novand; Firmanto Adi Nurcahyo
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i6.7967

Abstract

Literature review bertujuan untuk mengkaji karakteristik kognitif anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui penilaian menggunakan Skala Kecerdasan Wechsler untuk Anak-Anak, Edisi Keempat (WISC-IV). Penilaian kecerdasan yang dilakukan mencakup empat indeks utama: Pemahaman Verbal (VCI), Penalaran Perseptual (PRI), Memori Kerja (WMI), dan Kecepatan Pemrosesan (PSI), yang memberikan wawasan tentang berbagai aspek kognitif pada individu dengan ASD. Berdasarkan tinjauan terhadap 11 artikel, hasil penelitian menunjukkan bahwa skor PRI secara konsisten lebih tinggi dibandingkan indeks lainnya, yang mengindikasikan kekuatan dalam penalaran kompleks, visual-spasial, dan nonverbal. Sebaliknya, skor PSI yang rendah menunjukkan adanya tantangan dalam hal kecepatan pemrosesan dan keterampilan motorik. Heterogenitas skor WMI mengungkapkan keberagaman dalam profil kognitif anak-anak dengan ASD. Penemuan ini memiliki implikasi signifikan untuk pengembangan intervensi yang disesuaikan, terutama dalam hal perhatian, keterampilan organisasi, dan penyelesaian tugas yang kompleks. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang aspek-aspek kognitif pada anak-anak dengan ASD, yang sangat penting bagi pendidik, tenaga medis, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Profil Kognitif Anak dengan ASD dilihat dari WISC-IV: Apa Kekuatan dan Kelemahannya Mohammad Salman Novand; Firmanto Adi Nurcahyo
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i6.7967

Abstract

Literature review bertujuan untuk mengkaji karakteristik kognitif anak-anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) melalui penilaian menggunakan Skala Kecerdasan Wechsler untuk Anak-Anak, Edisi Keempat (WISC-IV). Penilaian kecerdasan yang dilakukan mencakup empat indeks utama: Pemahaman Verbal (VCI), Penalaran Perseptual (PRI), Memori Kerja (WMI), dan Kecepatan Pemrosesan (PSI), yang memberikan wawasan tentang berbagai aspek kognitif pada individu dengan ASD. Berdasarkan tinjauan terhadap 11 artikel, hasil penelitian menunjukkan bahwa skor PRI secara konsisten lebih tinggi dibandingkan indeks lainnya, yang mengindikasikan kekuatan dalam penalaran kompleks, visual-spasial, dan nonverbal. Sebaliknya, skor PSI yang rendah menunjukkan adanya tantangan dalam hal kecepatan pemrosesan dan keterampilan motorik. Heterogenitas skor WMI mengungkapkan keberagaman dalam profil kognitif anak-anak dengan ASD. Penemuan ini memiliki implikasi signifikan untuk pengembangan intervensi yang disesuaikan, terutama dalam hal perhatian, keterampilan organisasi, dan penyelesaian tugas yang kompleks. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang aspek-aspek kognitif pada anak-anak dengan ASD, yang sangat penting bagi pendidik, tenaga medis, dan pembuat kebijakan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan mendukung perkembangan mereka secara optimal.
Kesejahteraan Psikologis Warga Kota Denpasar Pasca Bencana Banjir Tience Debora Valentina; Firmanto Adi Nurcahyo; Nyoman Trisna Aryanata; I Gde Dhika Widarnandana; Nago Tejena; I Gde Jadendra Kusuma; Komang Rahayu Indrawati; I Made Pasek Mandira; Ni Made Diani Rismiyati; Ida Ayu Hari Chandani; Ayu Suri Afrida
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 15 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v15i1.105528

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan cerminan dari kesehatan mental. Namun, tidak banyak penelitian yang melihat kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar, terutama pasca bencana banjir. Padahal, suatu bencana berdampak terhadap kesehatan mental warga, bersifat langsung atau tidak langsung, jangka pendek atau jangka panjang. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar pasca bencana banjir. Penelitian kuantitatif ini menggunakan alat ukur Depression Anxiety Stress Scale-21 dan Flourishing Scale, pada total responden penelitian 729 orang (Musia= 36.95, SD=11.36). Analisis data dilakukan melalui uji korelasi, uji t dan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan ada korelasi negatif antara depresi, kecemasan, dan stress dengan kesejahteraan psikologis warga kota Denpasar. Implikasi dari penelitian mendorong pembuat kebijakan untuk menurunkan tingkat depresi, kecemasan dan stres warga kota Denpasar dengan pemberian intervensi yang menguatkan kesehatan mental dan keterampilan pemecahan masalah melalui konseling dan psikoedukasi yang dilakukan secara rutin.
FACTORS INFLUENCING ACADEMIC FRAUD BEHAVIOR AMONG UNIVERSITY STUDENTS DURING THE COVID-19 PANDEMIC: A LITERATURE REVIEW Sunnia Kumalasari; Firmanto Adi Nurcahyo
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v7i2.2584

Abstract

he Covid-19 pandemic has changed how we learn, moving from in-person classes to online education. However, the implementation of online comes with challenges, especially the rise of fraud academic. This study uses a method called literature review by analyzing at 10 selected scholarly articles to understand the factors affecting fraud academic during online learning. This literature finds two main types of factors. Positive factors, such as capability, misuse of technology, and low religiosity, are identified as triggers student to cheat. On the other hand, negative factors like ego do not influence the tendency toward academic fraud. The study also shows that different researchers have different views on what makes students cheat, such as rationalization, opportunity, and pressured. The anticipated outcomes of this research are aimed at furnishing a comprehensive comprehension and facilitating the resolution of issues related to academic dishonesty within the context of online learning.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Putu Ayu Khausiki Parwati Putri; Firmanto Adi Nurcahyo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.432-447

Abstract

Dengan meningkatnya fenomena perilaku pembelian impulsif, sulit untuk memahami komponen yang mempengaruhi keputusan pembelian. Strategi pemasaran yang agresif sering mendorong pelanggan untuk membuat keputusan impulsif. Sebaliknya, produsen tetap menggunakan metode konvensional tanpa memahami kombinasi faktor-faktor yang mendorong pembelian konsumen. Dengan menggunakan metode literature review, tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menganalisis faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Tinjauan melibatkan  57 jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir (2015 - 2025). Tinjauan literatur ini menghasilkan tiga klaster utama, yaitu: (1) Faktor Psikologis: motivasi, persepsi, brand trust, dan gaya hidup, (2) Faktor Produk dan Merek: kualitas produk, harga, brand trust, dan brand awareness, dan (3) Faktor Promosi dan Komunikasi: ambassador, iklan media sosial, endorser, promo, dan word-of-mouth. Berdasarkan frekuensi kemunculan dalam 57 artikel yang dikaji, tiga faktor yang paling dominan adalah kualitas produk (14%), iklan media sosial (14%), dan citra merek (brand image) (10,5%), yang masing-masing tercatat sebagai variabel dengan persentase tertinggi di antara seluruh faktor yang dianalisis. Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa keputusan pembelian konsumen dapat terbentuk dari kombinasi berbagai faktor. Studi ini juga menekankan bahwa konsumen perlu meningkatkan kesadaran kritis dalam menyikapi strategi pemasaran digital, sementara produsen harus mampu merancang strategi terintegrasi secara bersamaan.