Permasalahan dalam pengelolaan inventori batu bara sebagai energi primer di PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya kerap memunculkan deviasi antara perencanaan dan realisasi penerimaan, yang berdampak pada biaya penyimpanan dan efisiensi pembangkitan listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi pengelolaan inventori menggunakan indikator Inventory Turnover dan Days of Inventory Outstanding (DIO), melakukan peramalan kebutuhan batu bara menggunakan empat metode time series (SMA, DMA, SES, dan DES), serta memberikan rekomendasi strategi penataan stockpile berbasis metode 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke). Data yang digunakan adalah data penerimaan dan pemakaian batu bara selama periode Januari–Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi pengelolaan inventori masih belum optimal, dengan nilai Inventory Turnover yang cenderung rendah dan DIO yang cukup tinggi. Peramalan menunjukkan bahwa metode Double Exponential Smoothing memiliki nilai error terkecil. Rekomendasi berbasis 5S diberikan untuk memperbaiki penataan gudang dan mendukung pengelolaan yang lebih ramping dan efisien.
Copyrights © 2026