Proyek transportasi gas memiliki peranan penting dalam mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan. Namun demikian, proyek semacam ini sangat rentan terhadap berbagai risiko yang dapat berdampak pada efisiensi, keselamatan, dan keberlangsungan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko terbanyak yang dapat memengaruhi proyek transportasi gas secara sistematis, menjaga kinerja proyek agar sesuai dengan standar keselamatan dan efisiensi yang berlaku, mengkaji faktor-faktor penyebab kegagalan kualitas pada setiap tahapan proyek, serta menerapkan metode Aggregate Risk Priority (ARP) dengan pendekatan heat map, diagram pareto, histogram, dan fishbone diagram untuk pengendalian dan peningkatan kinerja proyek. Penelitian dilakukan di PT Transportasi Gas Indonesia melalui studi lapangan, wawancara, dan analisis dokumentasi teknis, kemudian dilanjutkan dengan pengolahan dan analisis data risiko sebelum dan sesudah mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ARP efektif dalam menetapkan prioritas risiko berdasarkan nilai RPN (Risk Priority Number), yang dihitung dari kombinasi antara likelihood, consequence, dan severity. Visualisasi dengan heat map dan diagram pareto membantu dalam fokus mitigasi risiko paling kritis, sedangkan fishbone diagram mempermudah identifikasi akar penyebab dari masalah kualitas. Setelah mitigasi, terjadi penurunan signifikan pada nilai RPN untuk sebagian besar proyek, yang menunjukkan keberhasilan pendekatan yang digunakan. Dengan demikian, penerapan ARP dan alat analisis pendukungnya terbukti menjadi strategi efektif dalam pengendalian risiko dan peningkatan kualitas proyek transportasi gas di lingkungan industri energi.
Copyrights © 2026