Manajemen gudang menjadi faktor penting yang berperan untuk memastikan alur distribusi produk menjadi efektif dan efisien. PT XYZ merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak di industri keramik, memiliki permasalahan terkait penataan gudang barang jadi, khususnya gudang ekspor untuk produk Creatable. Penataan barang di gudang masih bersifat kondisional dan belum terorganisir seacar sistematis. Hal ini berisiko menyebabkan terjadinya pemborosan dari segi waktu dan ruangpenyimpanan yang tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan dua metode penyimpanan, yaitu dedicated storage dan class-based storage, dalam rangka meningkatkan efisiensi penataan barang jadi di gudang. Data yang digunakan meruakan data hasil observasi langsung, wawancara dengan pekerja gudang, serta data produk dari perusahaan. Analisis dilakukan dengan menghitung kebutuhan ruang dan jarak tempuh material menggunakan pendekatan rectilinear. Hasil menunjukkan bahwa metode class-based storage lebih unggul dengan space utilization sebesar 290,4 m² dan jarak tempuh material 2778,54 m. Sementara itu, metode dedicated storage membutuhkan ruang 406,65 m² dan jarak tempuh 3428,49 m. Berdasarkan hasil tersebut maka, perusahan dapat menerapkan metode class based storage untuk meningkatkan efisiensi proses pergudangan.
Copyrights © 2026