Penelitian ini dilakukan di PT XYZ untuk menganalisis keakuratan proses inspeksi pada departemen Quality Control (QC), khususnya pada tahap final inspection. Meskipun telah diterapkan sistem quality control 100% pada tahap quality control during production, tingkat rejection rate produk whiteware pada Januari 2025 masih mencapai 12%, jauh di atas standar perusahaan sebesar 5%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) serta analisis akar masalah (Root Cause Analysis) menggunakan diagram fishbone, 5 Why Analysis, dan penyusunan rekomendasi perbaikan dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan produk cacat lolos inspeksi berasal dari aspek manusia, metode, material, dan lingkungan kerja. Rekomendasi perbaikan yang diajukan meliputi pelatihan rutin bagi operator QC, pembuatan lembar check sheet inspeksi, penerapan prinsip 5S di area kerja, dan penyediaan alat pelindung pendengaran. Diharapkan implementasi perbaikan ini dapat meningkatkan akurasi inspeksi dan menurunkan tingkat produk cacat yang lolos ke tahap akhir produksi.
Copyrights © 2026