Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala madrasah dalam pengembangan administrasi akademik dan nonakademik, mengevaluasi pelaksanaan administrasi, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi di MIN 20 Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki peran strategis sebagai pemimpin, manajer, dan supervisor dalam mengembangkan administrasi akademik dan nonakademik. Kepala madrasah berperan dalam perencanaan, pengawasan, pembinaan guru, serta pengelolaan kesiswaan, sarana prasarana, keuangan, dan hubungan dengan masyarakat. Pelaksanaan administrasi akademik dan nonakademik di madrasah berjalan cukup tertib dan terstruktur, ditandai dengan kelengkapan dokumen pembelajaran, pengelolaan data siswa, pengarsipan administrasi, serta pengelolaan sarana, prasarana, dan keuangan yang sistematis.Meskipun demikian, kepala madrasah menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan kompetensi administrasi guru dan tenaga kependidikan, sarana prasarana yang belum optimal, beban kerja kepala madrasah yang tinggi, serta keterbatasan anggaran. Kendala-kendala tersebut memengaruhi efektivitas pengembangan administrasi, meskipun diupayakan untuk diatasi melalui pembinaan, koordinasi, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pengembangan administrasi akademik dan nonakademik di MIN 20 Aceh Besar sangat bergantung pada kepemimpinan kepala madrasah yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.
Copyrights © 2026