Sektor pertanian di Kabupaten Karo dan Dairi, Sumatera Utara, memiliki potensi ekonomi yang signifikan, namun para petani lokal secara konsisten menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi digital dan terbatasnya akses pemasaran. Hambatan ini menyebabkan ketergantungan yang tinggi pada tengkulak, yang berakibat pada posisi tawar yang lemah dan berkurangnya margin keuntungan. Menyadari masalah mendesak ini, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran digital paling optimal bagi kelompok tani guna meningkatkan kesejahteraan dan daya saing mereka. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan Matriks Keputusan (Metode Pugh) digunakan untuk mengevaluasi lima alternatif: TikTok + Reels, Instagram Business + Marketplace, WhatsApp Business + E-Commerce, Google Maps/Businessku, dan Marketplace saja. Kelima alternatif ini dinilai berdasarkan enam kriteria yang telah diberi bobot, yaitu biaya, kemudahan adopsi, jangkauan pasar, potensi peningkatan penjualan, infrastruktur digital, dan keberlanjutan. Analisis Matriks Keputusan secara sistematis mengungkapkan strategi prioritas yang paling sesuai dengan kondisi spesifik dan kebutuhan petani setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform terintegrasi tertentu memberikan solusi yang lebih praktis bagi lingkungan pedesaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis yang dapat ditindaklanjuti oleh kelompok tani dalam mengadopsi alat pemasaran digital yang efektif. Dengan memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan nilai jual produk, strategi ini pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi yang lebih besar bagi petani di Kabupaten Karo dan Dairi, serta mendorong pertumbuhan pertanian regional dan transformasi digital dalam jangka panjang.
Copyrights © 2026