Perkembangan generative artificial intelligence (AI) telah menimbulkan ancaman identitas profesi bagi pekerja kreatif, termasuk freelancer desainer grafis yang tidak memiliki perlindungan struktural sebagaimana pekerja formal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh AI Identity Threat terhadap Psychological Distress dengan Cognitive Job Insecurity sebagai variabel mediasi pada freelancer desainer grafis di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring pada 145 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI Identity Threat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Cognitive Job Insecurity (β = 0,636; p < 0,05), Cognitive Job Insecurity berpengaruh positif dan signifikan terhadap Psychological Distress (β = 0,496; p < 0,05), serta AI Identity Threat berpengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap Psychological Distress (β = 0,204; p < 0,05). Pengujian mediasi menunjukkan bahwa Cognitive Job Insecurity memediasi secara parsial pengaruh AI Identity Threat terhadap Psychological Distress (β = 0,316; p < 0,05). Temuan ini mengonfirmasi bahwa dampak psikologis dari ancaman identitas akibat AI pada pekerja lepas kreatif lebih banyak tersalurkan melalui evaluasi kognitif atas keberlanjutan pekerjaan, sejalan dengan perspektif Social Identity Theory.
Copyrights © 2026