Keberlangsungan usaha perusahaan dipengaruhi oleh kualitas laporan keuangan dan hasil audit independen yang mampu memberikan keyakinan kepada para pemangku kepentingan. Perusahaan sektor energi dan basic materials masih menghadapi risiko penerimaan opini audit going concern akibat tekanan keuangan, fluktuasi harga komoditas, serta meningkatnya tuntutan terhadap penerapan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sustainability report, leverage, dan firm size terhadap opini audit going concern baik secara parsial maupun simultan, serta menguji peran politically connected board sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel penelitian ditentukan menggunakan metode purposive sampling pada perusahaan sektor energi dan basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Data yang digunakan merupakan data sekunder dan dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sustainability report (X1) dan leverage (X2) berpengaruh terhadap opini audit going concern (Y), sedangkan firm size (X3) tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Secara simultan, sustainability report (X1), leverage (X2), dan firm size (X3) tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern (Y). Selain itu, politically connected board (Z) tidak mampu memoderasi pengaruh sustainability report (X1), leverage (X2), maupun firm size (X3) terhadap opini audit going concern (Y). Temuan ini menunjukkan bahwa auditor lebih mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan dibandingkan keberadaan koneksi politik dewan dalam memberikan opini audit going concern.
Copyrights © 2026