Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit metabolik serta kardiovaskular. Kondisi ini berkaitan dengan inflamasi kronis derajat rendah yang ditandai oleh peningkatan kadar C-Reactive Protein (CRP) serta gangguan metabolisme lipid yang ditunjukkan oleh meningkatnya kadar trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kadar C-Reactive Protein (CRP) dengan kadar trigliserida pada penderita obesitas di Kota Makassar. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 responden yang terdiri atas 30 responden obesitas dan 15 responden non-obesitas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar CRP dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), sedangkan kadar trigliserida diperiksa menggunakan metode fotometri. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden obesitas cenderung memiliki kadar CRP dan kadar trigliserida yang lebih tinggi dibandingkan kelompok non-obesitas. Namun, hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar C-Reactive Protein (CRP) dan kadar trigliserida pada penderita obesitas (p > 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa kadar trigliserida pada penderita obesitas tidak hanya dipengaruhi oleh proses inflamasi, tetapi juga oleh berbagai faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, usia, derajat obesitas, dan kondisi metabolik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi kardiometabolik pada penderita obesitas serta menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya dengan cakupan sampel yang lebih luas.
Copyrights © 2026