Skoliosis degeneratif merupakan deformitas tulang belakang yang banyak ditemukan pada populasi lanjut usia akibat proses degeneratif pada diskus intervertebralis, sendi faset, dan struktur penyangga tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan perubahan alignment spinal, kelemahan otot trunk, gangguan keseimbangan, serta meningkatnya risiko jatuh yang berdampak terhadap penurunan kualitas hidup lansia. Salah satu pendekatan fisioterapi yang dapat diberikan adalah latihan stabilisasi trunk yang bertujuan meningkatkan aktivasi otot inti, memperbaiki kontrol postural, dan meningkatkan stabilitas tubuh selama melakukan aktivitas fungsional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas latihan stabilisasi trunk terhadap peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia dengan skoliosis degeneratif. Penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap satu orang lansia berusia 68 tahun dengan diagnosis skoliosis degeneratif. Intervensi fisioterapi berupa latihan stabilisasi trunk diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu sehingga diperoleh enam sesi terapi. Evaluasi dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go Test (TUG) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor keseimbangan berdasarkan BBS disertai penurunan waktu TUG yang menunjukkan perbaikan mobilitas fungsional dan penurunan risiko jatuh. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan stabilisasi trunk berpotensi menjadi intervensi fisioterapi yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan serta menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan skoliosis degeneratif.
Copyrights © 2026