Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EDUKASI KASUS LOW BACK PAIN MYOGENIK SISWA DENGAN MODALITAS INFRARED DAN WILLIAM FLEXION EXERCISE Dian Cita Sari; Ismaningsih .; Renni Hidayati Zein
Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol 2 No 2 (2019): Februari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.708 KB) | DOI: 10.36341/jpm.v2i2.688

Abstract

Banyaknya jam belajar yang ditawarkan sedikit banyak berpengaruh terhadap jumlah waktu rata-rata siswa melakukan aktivitas belajar di kelas dalam keadaan duduk. Kegiatan belajar mengajar bagi siswa yang duduk dikelas membutuhkan waktu yang lama antara 4-7 jam sehari. Posisi duduk yang statis untuk waktu yang lama akan menimbulkan rasa nyeri karena ketegangan pada punggung bagian belakang. Low Back pain Myogenik (LBP) atau nyeri punggung bawah yang berhubungan dengan stress/ strain otot punggung, tendon, dan ligament yang biasanya dirasakan setelah melakukan aktifitas berlebihan, seperti mengangkat beban berat dengan posisi yang salah, terlalu lama membungkuk, berdiri/duduk yang terlalu lama dengan posisi yang salah, nyeri punggung bawah yang timbul dapat mengakibatkan kehilangan dan menganggu produktivitas kerja. Modalitas Infrared merupakan terapi yang digunakan untuk meningkatkan aliran darah dan melemaskan jaringan sehingga dapat mengurangi nyeri dan memaksimalkan fungsional. Sedangkan William flexion exercise merupakan bentuk latihan fisik untuk mengurangi penekanan pada elemen posterior tulang belakang dan latihan ini dapat menjaga keseimbangan yang tepat antara kelompok otot-otot fleksor dan ekstensor postural. Pengabdian ini dilakukan di MAN 2 Pekanbaru, Metode Pengabdian ini adalah Penyuluhan yang dilengkapi Pemaparan Kasus, Demonstrasi, dan Diskusi.
Effect Of Balance Exercise and Tandem Stance Interventions to Improve Balance in the Elderly Renni Hidayati Zein; Ayu Permata
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 16, No 1 (2024): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v16i1.59740

Abstract

Elderly people are identified with various declining health conditions, especially physical health conditions. The health conditions of the elderly decline along with increasing age, which will affect the quality of life of the elderly. The worsening health condition of the elderly is contrary to the elderly's desire to remain healthy, independent, and able to carry out activities. Balance disorders are something that often occurs in the elderly. Balance is the basis of functional human movement for both children and the elderly. Weakened lower extremity muscle strength in the elderly can cause slow movement, short steps, feet not being able to move firmly enough and being more easily swayed so that balance becomes disturbed. Methods: This research is a pre-experimental research with a one-group pre-test & post-test design. The sample population is elderly people with balance disorders in Pekanbaru nursing homes. Collecting patient data using the Berg Balance Scale (BBS) pre-test and post-test. During the research period, the total sample was 22 respondents the sampling technique used was the cluster sampling technique, namely the selection of samples referring to groups with certain predetermined characteristics, namely those who met the inclusion criteria. Result: The results of the study showed an increase in balance before & after the intervention showing a significant change from the p value = 0.000 with a confidence level of 95%. Based on the Paired Sample T Test with a value of p = 0.000 < (0.05), it shows that there is an increase in balance in the elderly. Conclusion: It was concluded that the increase in balance before & after giving balance exercise and tandem stance showed an increase in balance in the elderly after being given with a frequency of 3 times a week for 1 month.
Pengaruh Intervensi Massage, Neuromuscular Taping dan Mirror Exercise Terhadap Peningkatan Fungsi Facial pada Bell’s Palsy Renni Hidayati Zein; Miftahul Jannah; Indah Permata Sari
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 5 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.219

Abstract

Bell’s Palsy merupakan kondisi neurologis yang mempengaruhi fungsi motorik wajah, terdiri dari central facial palsy dan peripheral facial palsy. Central facial palsy terjadi akibat kerusakan segmen sentral saraf yaitu lesi pada upper motor neuron (UMN) sedangkan peripheral facial palsy terjadi akibat kerusakan perifer saraf yaitu lesi pada lower motor neuron (LMN). Pada paralisis atau kelumpuhan wajah nervus fasialis (N.VII atau N.facialis) dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu central palsy dan peripheral facial palsy. Tujuan penelitian; untuk mengetahui pelaksanaan fisioterapi dalam meningkatkan kekuatan otot dan mempercepat pemulihan fungsi facial pada kasus bell’s palsy dextra dengan pemberian massage, neuromuscular taping dan mirror exercise. Instrumen Penelitian; pengukuran kekuatan otot wajah dan fungsional pada bell palsy yaitu menggunakan pengukuran Ugo fisch scale. Metode Penelitian; penelitian ini bersifat studi kasus, mengangkat kasus pasien dan mengumpulkan data melalui proses fisioterapi, penelitian ini dilakukan di RSI Ibnu Sina Pekanbaru. Hasil penelitian: Setelah dilakukan fisioterapi sebanyak enam kali selama 2 minggu didapatkan hasil adanya pengurangan dari derajat V menjadi derajat IV. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian massage, neuromuscular taping dan mirror exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional otot-otot wajah pada kasus bell’s palsy dextra.
Fisioterapi dengan Metode Senam Hamil Untuk Mengurangi Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester III Renni Hidayati Zein; Gita Dwiyani
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol. 5 No. 02 (2022): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.469 KB) | DOI: 10.36341/jif.v5i02.2680

Abstract

Bacground: Pregnancy is a process that occurs between the fusion of sperm and ovum so that conception occurs until the birth of the fetus, the length of a normal pregnancy is 280 days or 40 weeks calculated from the first period of the last menstrual period (LMP). Low back pain (lumbago) is back pain that occurs in the lumbosacral area. Low back pain is discomfort that occurs below ribs and above the inferior gluteal area. Pregnancy exercise is a form of exercise that aims to strengthen the abdominal and flex the joints. Pregnancy exercise plays a role in strengthening contractions and maintaining the strength of the abdominal wall muscles, ligaments, pelvic floor muscles and others that withstand additional pressure to reduce low back pain. Purpose: To determine the effectiveness of pregnancy exercise to reduce back pain below in third trimester pregnant women. Research Method : case study presented in the form of descriptive narrative. The research subject consisted of 1 sample that met the sample criteria. The study was conducted for 12 times of therapy which was carried out on 13-12 May 2022 at the Rosita Midwife Clinic Pekanbaru. Evaluation using Numerical Rating Scale (NRS). Result: : This study showed that there was a decrease in pain from before the intervention with a silent pain value of 7, tenderness 5 and motion pain 7 until the 12th therapy obtained a silent pain value of 5, tenderness 2 and motion pain 4.Keywords: Pregnancy exercise, LBP.
CASE STUDY: MENGURANGI VERTIGO PADA PENDERITA BENIGN PAROXYSMAL POSITIONAL VERTIGO (BPPV) DENGAN METODE SEMONT LIBERATORY MANEUVER DAN BRANDT DAROFF EXERCISE Renni Hidayati Zein; Talitha Samntha Zada
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Fisioterapi
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v7i1.4448

Abstract

ABSTRACT Bacground: Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) adalah is a vestibular disorder that often caused perifer vertigo caused by a sudden change in head position. BPPV is manifested by spinning and shifting dizziness in addition to nausea, vomiting, cold sweat, nystagmus, and balance issues when the position of the head shifts against gravity as a result of adhesions or floating calcium carbonate crystals or otoliths in the semicircular canals, a condition known as vertigo occurs. Purpose: The goal of this study was to evaluate the efficiency of physiotherapy treatment for reducing vertigo in BPPV patients utilizing the semont liberatory maneuver and brandt baroff exercise. Research Method : A case study that is presented as a descriptive narrative is the research approach that was chosen. Research subjects consisted of a single benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) specimen that met the specimen acceptance criteria. The study was carried out 6 times in therapy at the FIT Centrum, Aesthetic, Sport, Rehab Center & Food Pekanbaru clinic. Assessment with the vertigo symptom scale-short form (VSS-SF) measurement tool revealed a reduction in vertigo symptoms compared to the VSS-SF total score, i.e. from 27 to 14. Result: : Based on the results of this study, it can be concluded that the semont liberatory maneuver and brandt daroff exercise can help patients with benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) reduce symptom and recurrence of vertigo.
Efektivitas Latihan Stabilisasi Trunk terhadap Peningkatan Keseimbangan dan Penurunan Risiko Jatuh Lansia Skoliosis Degeneratif Renni Hidayati Zein; Futhri Rifa Zaimsyah
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9099

Abstract

Skoliosis degeneratif merupakan deformitas tulang belakang yang banyak ditemukan pada populasi lanjut usia akibat proses degeneratif pada diskus intervertebralis, sendi faset, dan struktur penyangga tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan perubahan alignment spinal, kelemahan otot trunk, gangguan keseimbangan, serta meningkatnya risiko jatuh yang berdampak terhadap penurunan kualitas hidup lansia. Salah satu pendekatan fisioterapi yang dapat diberikan adalah latihan stabilisasi trunk yang bertujuan meningkatkan aktivasi otot inti, memperbaiki kontrol postural, dan meningkatkan stabilitas tubuh selama melakukan aktivitas fungsional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas latihan stabilisasi trunk terhadap peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia dengan skoliosis degeneratif. Penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap satu orang lansia berusia 68 tahun dengan diagnosis skoliosis degeneratif. Intervensi fisioterapi berupa latihan stabilisasi trunk diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu sehingga diperoleh enam sesi terapi. Evaluasi dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go Test (TUG) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor keseimbangan berdasarkan BBS disertai penurunan waktu TUG yang menunjukkan perbaikan mobilitas fungsional dan penurunan risiko jatuh. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan stabilisasi trunk berpotensi menjadi intervensi fisioterapi yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan serta menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan skoliosis degeneratif.
Implementasi Program KKN Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Sebagai Strategi Peningkatan Kesehatan Renni Hidayati Zein; Ferdiansyah Zikri
NuCSJo : Nusantara Community Service Journal Vol. 1 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/nucsjo.v1i3.86

Abstract

Kesehatan dan Kelestarian lingkungan menjadi isu krusial di era modern. Pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat dan sadar lingkungan. Program penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekolah menawarkan pendekatan inovatif untuk menjembatani teori dan praktik dalam pendidikan kesehatan dan lingkungan. Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan program penanaman TOGA di SMA Negeri 1 Perhentian Raja sebagai strategi untuk meningkatkan kesehatan dan edukasi lingkungan bagi siswa. Metode yang digunakan dalam program dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) Persiapan, meliputi penentuan lokasi, sosialisasi, dan pengadaan bibit; (2) Pelaksanaan penanaman pada 28 Agustus 2024, dengan siswa dibagi dalam kelompok kecil; (3) Pemeliharaan dan monitoring berkelanjutan oleh siswa, guru, dan mahasiswa KKN. Program ini menghasilkan peningkatan pengetahuan siswa tentang tanaman obat, pengembangan keterampilan bercocok tanam, peningkatan kesadaran lingkungan, dampak positif pada kesehatan, serta peningkatan partisipasi dan kolaborasi antara siswa, guru, dan masyarakat. Setelah melaksanakan program ini dapat disimpulkan bahwa penanaman TOGA terbukti efektif sebagai strategi peningkatan kesehatan dan edukasi lingkungan bagi siswa. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga berpotensi membentuk generasi yang lebih sadar akan pentingnya kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Pengaruh Pemberian Terapi Akupunktur Dikombinasi Dengan Ultrasound Pada Pasien Keluhan Nyeri Bahu Atika Afniratri; Afifah Nur Halizah; Muhammad Saleh; Renni Hidayati Zein
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 18 No. 2 (2025): September
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v18i2.1262

Abstract

Nyeri bahu merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dijumpai dan menempati urutan ketiga setelah keluhan punggung dan leher. Sekitar 8–13% cedera atletik melibatkan sendi bahu, dengan penyebab utama antara lain gangguan rotator cuff, adhesive capsulitis (bahu beku), dan osteoartrosis sendi glenohumeral. Gejala dapat muncul secara tiba-tiba, terutama nyeri pada malam hari, atau berkembang secara bertahap saat pergerakan sendi. Apabila tidak ditangani secara optimal, nyeri bahu dapat menurunkan kualitas hidup, membatasi aktivitas fungsional, serta mengganggu produktivitas individdan efektif secara klinis untuk membantu penyembuhan dan pemulihan pada pasien stroke. penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimen dan one group pretest-posttest design. Populasi penelotian ini seluruh pasien nyeri bahu di fasilitas pelayan Kesehatan. Sampel penelitian berjumlah 30 orang yang memenuhi kriteria insklusi Subjek penelitian wanita dan pria berusia 40-55 tahun. Subjek penelitian nyeri bahu dengan skala nyeri 4-7 dan ekslusi terapi akupuntur dengan kombinasi ultrasound melakukan terapi 4-6 kali. Tingkat nyeri lutut menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) (skala 0-10) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan penurunan skor nyeri rata-rata yang signifikan dengan intervensi akupunktur kombinasi dengan ultrasound. Skor nyeri rata-rata sebelum terapi adalah 7.23, dan setelah terapi menurun menjadi 2.43, dengan perbedaan rata-rata sebesar 4,80 poin. Uji normalitas Shapiro Wilk menunjukkan bahwa data skor nyeri berdistribusi tidak normal, namun uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan nilai signifikasi p>0.005, menandakan adanya perbedaan yang bermakna.