Kualitas udara di ruang rawat inap berperan penting dalam mencegah infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik dengan angka kuman udara di ruang rawat inap Rumah Sakit X Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 8 ruang rawat inap dengan tiga kali pengukuran (pagi, siang, dan malam). Variabel yang diteliti meliputi suhu, kelembaban, pencahayaan, kepadatan hunian, sanitasi ruang, dan angka kuman udara. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Sebanyak 66,7% ruang rawat inap memiliki angka kuman udara yang tidak memenuhi syarat. Suhu berhubungan signifikan dengan angka kuman udara (p=0,014; PR=2,000; 95% CI=1,225–3,265), sedangkan kelembaban, pencahayaan, dan sanitasi ruang tidak berhubungan (p>0,05). Kepadatan hunian tidak dianalisis karena seluruh ruang memenuhi standar. Analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat faktor lingkungan fisik yang berpengaruh signifikan terhadap angka kuman udara. Suhu merupakan faktor yang berhubungan dengan angka kuman udara pada analisis bivariat, namun tidak berpengaruh dominan pada analisis multivariat.
Copyrights © 2026