Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect of Giving Bokashi Lamtoro (Leucaena leucocephala L.) on The Growth of Liberica Coffee Seedlings (Coffea liberica W. Bull ex Hiern) in The Nursery Muhammad Abel Rovillo Dewa; Anis Tatik Maryani; Nyimas Myrna Elsa Fathia; Bambang Niko Pasla
Jurnal Prajaiswara Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55351/prajaiswara.v7i1.245

Abstract

Introduction/Main Objectives: Liberica coffee (Coffea liberica W. Bull ex Hiern) is one of the leading commodities in Jambi Province, but its productivity tends to decline due to low seed quality, less fertile planting media, and suboptimal fertilization. One effort to improve seed quality is through the use of organic fertilizer bokashi lamtoro (Leucaena leucocephala L.). This study aims to determine the effect of bokashi lamtoro on the growth of Liberica coffee seedlings in nurseries and determine the best dose that provides optimal growth. Research Methods: The study was conducted in June–August 2025 at the Teaching and Research Farm, Faculty of Agriculture, University of Jambi using a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and four replications. The treatments consisted of P0 (no bokashi + 100% inorganic fertilizer), P1 (100 g bokashi + 50% inorganic fertilizer), P2 (150 g bokashi + 50% inorganic fertilizer), P3 (200 g bokashi + 50% inorganic fertilizer), and P4 (250 g bokashi + 50% inorganic fertilizer). Finding/Results: The results showed that Treatment P4 produced the highest values for most growth parameters. However, in terms of efficiency, the dose of 200 g bokashi leucaena (lamtoro) + 50% inorganic fertilizer was considered the best dose because it was able to produce optimal seedling growth with more efficient bokashi use. Conclusion: It can be concluded that bokashi leucaena is effective in increasing the growth of Liberica coffee seedlings during the seedling phase.
Hubungan Lingkungan Fisik dengan Angka Kuman Udara di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Allifa Tessa Pertiwi; Anis Tatik Maryani; Ilham Ilham
Dinasti Health and Pharmacy Science Vol. 4 No. 1 (2026): Dinasti Health and Pharmacy Science (July - September 2026)
Publisher : Dinasti Research & Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dhps.v4i1.3602

Abstract

Kualitas udara di ruang rawat inap berperan penting dalam mencegah infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik dengan angka kuman udara di ruang rawat inap Rumah Sakit X Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 8 ruang rawat inap dengan tiga kali pengukuran (pagi, siang, dan malam). Variabel yang diteliti meliputi suhu, kelembaban, pencahayaan, kepadatan hunian, sanitasi ruang, dan angka kuman udara. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik berganda. Sebanyak 66,7% ruang rawat inap memiliki angka kuman udara yang tidak memenuhi syarat. Suhu berhubungan signifikan dengan angka kuman udara (p=0,014; PR=2,000; 95% CI=1,225–3,265), sedangkan kelembaban, pencahayaan, dan sanitasi ruang tidak berhubungan (p>0,05). Kepadatan hunian tidak dianalisis karena seluruh ruang memenuhi standar. Analisis multivariat menunjukkan tidak terdapat faktor lingkungan fisik yang berpengaruh signifikan terhadap angka kuman udara. Suhu merupakan faktor yang berhubungan dengan angka kuman udara pada analisis bivariat, namun tidak berpengaruh dominan pada analisis multivariat.