Background: Anemia during pregnancy is a health issue that can reduce a mother's physical capacity and increase the risk of adverse pregnancy outcomes. The utilization of nutritious local foods to complement iron-folic acid supplements needs to be enhanced; therefore, providing education and local food-based nutritional support to pregnant women with mild anemia is crucial. Purpose: To increase hemoglobin levels in pregnant women through education and the provision of moringa leaf and tempeh nuggets as local food-based nutritional support. Method: This activity was a community service initiative employing an educational, interventionist, and empowerment approach, conducted in January 2026 at the Wede Arrachman Primary Care and Maternity Clinic in Way Halim District, Bandar Lampung City. The activity targeted pregnant women attending prenatal check-ups at the clinic who were identified as having mild anemia. Thirty-one pregnant women participated as respondents. The intervention involved providing supplemental food specifically 70g of nuggets daily to the respondents for seven days. Daily monitoring was conducted via a WhatsApp group and observation sheets. The measurement parameter involved assessing changes in the respondents' hemoglobin levels using a hemoglobinometer before and after the intervention. Evaluation was observational and the results were presented descriptively to assess improvements in knowledge and the intervention's impact on hemoglobin levels resulting from the consumption of the nugget supplements. Results: The study showed that the mean age of respondents was 32.21 years (SD ±3.94), with the majority (n=30; 96.8%) falling within the 20–35 age range. Most respondents were housewives (n=17; 54.8%), and the majority were multiparous (n=22; 71.0%). Participants' mean hemoglobin levels increased from 10.03 g/dL prior to the activity to 11.23 g/dL following the intervention, representing a mean increase of 1.20 g/dL. Conclusion: The community service activity which included guidance on utilizing local food sources in the form of moringa leaf and tempeh nuggets yielded positive results in enhancing the knowledge and skills of pregnant women with anemia. The intervention involving the provision of moringa leaf and tempeh nuggets proved effective in raising hemoglobin levels among these women. Suggestion: It is recommended that educational activities and the provision of moringa leaf and tempeh nuggets be implemented on a continuous basis across various settings, such as clinics, integrated health posts, prenatal classes, and pregnant women's community groups. Educational efforts should go beyond mere information delivery; they should incorporate nugget-making demonstrations, discussions, video or leaflet-based media, and guidance on consumption to help participants better understand and apply the use of local foods in preventing anemia. Keywords: Anemia; Hemoglobin levels; Moringa leaves; Pregnant women; Tempeh nuggets Pendahuluan: Anemia pada kehamilan merupakan masalah kesehatan yang dapat menurunkan kapasitas fisik ibu dan meningkatkan risiko luaran kehamilan yang tidak menguntungkan. Pemanfaatan pangan lokal bergizi sebagai pendamping tablet tambah darah masih perlu ditingkatkan sehingga edukasi dan dukungan makanan berbasis pangan lokal penting diberikan kepada ibu hamil dengan anemia ringan. Tujuan: Untuk meningkatkan kadar hemoglobin ibu hamil melalui edukasi dan pemberian nugget daun kelor dan tempe sebagai dukungan gizi berbasis pangan lokal. Metode: Kegiatan ini merupakan pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan edukasi-intervensi dan pemberdayaan yang dilaksanakan pada bulan Januari 2026 di Klinik Pratama dan Bersalin Wede Arrachman, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Sasaran kegiatan adalah memberikan edukasi dan makanan tambahan pada ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di klinik dan teridentifikasi mengalami anemia ringan. Kegiatan diikuti oleh 31 ibu hamil sebagai responden. Intervensi dalam kegiatan ini adalah memberikan asupan makanan tambahan pada responden berupa 70 gr nugget setiap hari selama 7 hari. Pemantauan dilakukan setiap hari melalui media whatsapp group dan lembar observasi. Parameter ukur dalam kegiatan ini adalah dengan melihat perubahan kadar hemoglobin pada responden melalui pemeriksaan hemoglobinometer yang dilakukan sebelum intervensi dan sesudah intervensi diberikan. Evaluasi melalui observasional dan disajikan secara deskriptif untuk melihat peningkatan pengetahuan dan pencapaian intervensi dari dampak asupan makanan tambahan nugget terhadap kadar hemoglobin. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 32.21 tahun dengan standar deviasi ±3.94 tahun dan mayoritas berada direntang usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 30 responden (96.8%). Sebagian besar status pekerjaan responden adalah sebagai ibu rumah tangga yaitu sebanyak 17 responden (54.8%) dan status paritas responden mayoritas adalah multipara yaitu sebanyak 22 responden (71.0%).Menunjukkan peningkatan rata-rata kadar hemoglobin peserta dari 10.03 g/dL sebelum kegiatan menjadi 11.23 g/dL setelah intervensi, dengan kenaikan rata-rata sebesar 1.20 g/dL. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendampingan tentang pendayagunaan pangan lokal berupa nugget daun kelor dan tempe menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil dengan anemia. Intervensi berupa pemberian nugget daun kelor dan tempe efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Saran: Diharapkan kegiatan edukasi dan pemberian nugget daun kelor dan tempe perlu dilaksanakan secara berkelanjutan, baik di klinik, Posyandu, kelas ibu hamil, maupun komunitas ibu hamil. Pemberian edukasi sebaiknya tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga disertai demonstrasi pembuatan nugget, diskusi, media video atau leaflet, dan pendampingan konsumsi agar peserta lebih mudah memahami serta menerapkan pemanfaatan pangan lokal dalam upaya mencegah anemia.
Copyrights © 2026