Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran moderasi kesehatan mental pada pengaruh Quality of Work Life dan burnout terhadap kinerja karyawan di lingkungan Rumah Sakit Wijaya Kusuma Lumajang. Kinerja karyawan pada RS menjadi faktor yang menentukan mutu pelayanan, keselamatan pasien dan juga citra institusi. Kondisi beban kerja yang intens akan berdampak pada QWL, munculnya fenomena burnout, serta potensi penurunan kinerja karyawan. Namun dampak burnout terhadap kinerja tidak selalu sama pada setiap individu, kesehatan mental menjadi isu strategis karena berhubungan langsung dengan kemampuan karyawan mengelola stres kerja. Penelitian menggunakan metode sampling jenuh dengan jumlah 120 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dengan skala Likert 1 sampai 5. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan semakin baik QWL semakin tinggi kinerja karyawan dalam memberikan pelayanan. Temuan ini menguatkan bahwa perbaikan QWL merupakan investasi langsung untuk mutu pelayanan pasien. Burnout dirasakan belum menurunkan kinerja, melainkan justru disertai dengan tingginya rasa tanggung jawab profesional terhadap pasien. Sedangkan kesehatan mental tidak mampu memoderasi pengaruh QWL maupun burnout terhadap kinerja. Kekuatan kualitas kehidupan kerja terhadap kinerja tetap konsisten terlepas dari kondisi kesehatan mental karyawan. Demikian juga burnout tidak diperkuat atau diperlemah oleh kondisi kesehatan mental.
Copyrights © 2026