Rumput kebar (Biophytum umbraculum Welw., sinonim Biophytum petersianum) merupakan tanaman yang diketahui mengandung beragam senyawa metabolit sekunder seperti tanin, fenolik, steroid, dan flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologi, khususnya sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak rumput kebar terhadap sel normal menggunakan uji in vitro pada sel Vero. Metode yang digunakan untuk mengkaji potensi sitotoksisitas adalah uji MTT (methylthiazol-2-yl-2,5-diphenyltetrazoliumbromide), yang mampu menilai viabilitas sel setelah perlakuan dengan berbagai konesntrasi ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi rendah, yaitu 248 ppm ( setara dengan 107,13 mg/200 g BB tikus ), viabilitas sel Vero masih berada pada tingkat yang tinggi yaitu 101,82%, sehingga dapat dikategorikan sebagai tidak toksik atau memiliki toksisitas rendah. Semakin besar konsentrasi ekstrak yang diberikan, nilai viabilitas menunjukkan penurubnan yang signifikan. Pada konsentrasi ekstrak ≥ 993 ppm, nilai viabilitas sel Vero turun drastic hingga di bawah 50%, yang mengindikasikan adanya aktivitas sitotoksik yang kuat dan ekstrak tergolong sangat toksi terhadap sel normal pada konsentrasi tersebut. Temuan ini memperjelas bahwa ekstrak rumput kebar menunjukkan efek sitotoksik yang bergantung pada konsentrasi, dengan kisaran toksisitas rendah pada dosis rendah dan toksisitas tinggi pada dosis tinggi. Hasil ini dapat menjadi dasar pengembangan riset lebih lanjut terkait keamanan dan potensi penggunaan rumput kebar sebagai bahan bioaktif untuk tujuan farmasi atau terapi antikanker dengan mempertimbangkan selektivitas dan batas dosis yang aman.
Copyrights © 2026