Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

COST EFFECTIVENESS ANALYSIS KOMBINASI OBAT ANHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI RAWAT JALAN DI RSUP FATMAWATI JAKARTA PERIODE 2020 Cyntia Wulandari; Lusi Agus Setiani; Oktaviana Zunnita; Muhammad Ikramin
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 8 No 2 (2023): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v8i2.293

Abstract

Hipertensi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah meningkat di atas kisaran normal. Penggunaan obat antihipertensi yang tepat sangat penting agar pengobatan menjadi lebih efektif karena hipertensi tergolong penyakit kronis seiring dengan meningkatnya biaya pelayanan medis. Maka diperlukan kajian farmakoekonomi analisis efektivitas biaya untuk mengetahui dan menentukan terapi kombinasi antihipertensi yang paling efektif untuk menurunkan tekanan darah dengan biaya minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai paling cost-effective dari terapi kombinasi dua obat antihipertensi di Rumah Sakit Umum Fatmawati, Jakarta. Metodologi yang digunakan adalah non eksperimen dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien tahun 2020 dan data harga obat pasien .core. Berdasarkan hasil studi, nilai ACER terkecil atau paling menguntungkan diperoleh dari kombinasi kelompok CCB dan IEC, yaitu sebesar Rp233,42. Untuk nilai ICER minimum, kombinasi CCB dan gugus adrenolitik sentral adalah Rp -8.628.
Evaluasi Sitotoksisitas Ekstrak Etanol Rumput Kebar (Biophytum umbraculum Welw.) terhadap Sel Vero secara In Vitro : Evaluation of Cytotoxicity of Biophytum umbraculum Welw. Ethanol Extract Against Vero Cells In Vitro Erni Rustiani; Dinni Khoerunnisa; Oktaviana Zunnita
Journal of Food Engineering Vol. 5 No. 3 (2026): July
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofe.v5i3.6522

Abstract

Rumput kebar (Biophytum umbraculum Welw., sinonim Biophytum petersianum) merupakan tanaman yang diketahui mengandung beragam senyawa metabolit sekunder seperti tanin, fenolik, steroid, dan flavonoid yang berpotensi memiliki aktivitas farmakologi, khususnya sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas sitotoksik ekstrak rumput kebar terhadap sel normal menggunakan uji in vitro pada sel Vero. Metode yang digunakan untuk mengkaji potensi sitotoksisitas adalah uji MTT (methylthiazol-2-yl-2,5-diphenyltetrazoliumbromide), yang mampu menilai viabilitas sel setelah perlakuan dengan berbagai konesntrasi ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi rendah, yaitu 248 ppm ( setara dengan 107,13 mg/200 g BB tikus ), viabilitas sel Vero masih berada pada tingkat yang tinggi yaitu 101,82%, sehingga dapat dikategorikan sebagai tidak toksik atau memiliki toksisitas rendah. Semakin besar konsentrasi ekstrak yang diberikan, nilai viabilitas menunjukkan penurubnan yang signifikan. Pada konsentrasi ekstrak ≥ 993 ppm, nilai viabilitas sel Vero turun drastic hingga di bawah 50%, yang mengindikasikan adanya aktivitas sitotoksik yang kuat dan ekstrak tergolong sangat toksi terhadap sel normal pada konsentrasi tersebut. Temuan ini memperjelas bahwa ekstrak rumput kebar menunjukkan efek sitotoksik yang bergantung pada konsentrasi, dengan kisaran toksisitas rendah pada dosis rendah dan toksisitas tinggi pada dosis tinggi. Hasil ini dapat menjadi dasar pengembangan riset lebih lanjut terkait keamanan dan potensi penggunaan rumput kebar sebagai bahan bioaktif untuk tujuan farmasi atau terapi antikanker dengan mempertimbangkan selektivitas dan batas dosis yang aman.
ANALISIS BIAYA-EFEKTIVITAS KRIM SCABIMITE® DIBANDING PERMETRIN DALAM TERAPI SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-MANSHURIYAH Honifa; Nisa Najwa Rokhmah; Oktaviana Zunnita; Muhamad Akmal Syahni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 10 No 1 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/efebcg14

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang masih sering ditemukan di lingkungan pondok pesantren dan kerap dianggap tidak berbahaya sehingga kurang mendapat perhatian dalam penanganannya. Kondisi ini dapat berdampak pada tingginya angka kejadian serta penularan antar santri. Oleh karena itu, pemilihan terapi yang efektif dan efisien menjadi penting untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan sekaligus menekan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengobatan serta membandingkan efektivitas biaya penggunaan krim Scabimite® 5% dan krim permethrin 5% pada pasien skabies di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah menggunakan metode Cost Effectiveness Analysis (CEA). Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan farmakoekonomi. Data biaya obat dihitung sebagai biaya langsung medis, sedangkan efektivitas terapi diukur berdasarkan tingkat keberhasilan pengobatan pasien. Analisis dilakukan dengan menghitung Average Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya obat pada pasien yang menerima krim permetrin 5% sebesar Rp63.700, sedangkan pada pasien yang menerima krim Scabimite® 5% sebesar Rp143.258. Nilai ACER krim permetrin 5% sebesar Rp756,44 lebih rendah dibandingkan dengan Scabimite® 5% sebesar Rp1.432. Nilai ICER sebesar Rp5.038 menunjukkan adanya tambahan biaya untuk setiap peningkatan satu unit efektivitas. Dapat disimpulkan bahwa krim permetrin 5% merupakan terapi yang paling costeffective dibandingkan Scabimite® 5% pada pengobatan skabies.