Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya telemedicine sebagai inovasi dalam manajemen pelayanan kesehatan, yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan medis jarak jauh secara efisien. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat terhadap pemanfaatan telemedicine di Kelurahan Kabil, Kota Batam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross-sectional deskriptif. Sampel berjumlah 75 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan kriteria inklusi warga berusia ≥18 tahun dan berdomisili minimal enam bulan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan distribusi frekuensi serta persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (84%), sikap positif (80%), dan tindakan menggunakan telemedicine (63%). Temuan ini mengindikasikan bahwa masyarakat di Kelurahan Kabil memiliki kesiapan cukup baik dalam mengadopsi layanan kesehatan digital. Namun, masih terdapat kelompok dengan pengetahuan sedang dan rendah (16%), serta sikap negatif (20%) yang berpotensi menghambat pemanfaatan telemedicine secara merata. Berdasarkan kerangka Knowledge–Attitude–Practice (KAP) dan Diffusion of Innovation Theory (Rogers, 2003), pengetahuan dan sikap positif merupakan faktor penting dalam mendorong tindakan, tetapi perlu dukungan edukasi berkelanjutan, peningkatan kepercayaan, dan akses teknologi yang mudah. Oleh karena itu, disarankan adanya sosialisasi berkesinambungan, pendampingan praktis, serta kebijakan yang memperkuat infrastruktur digital agar implementasi telemedicine dapat berlangsung optimal, inklusif, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026