Latar Belakang: Tindakan tidak aman (unsafe action) merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Teknisi PT X termasuk pekerja yang memiliki risiko tinggi karena melakukan pekerjaan lapangan, seperti bekerja di ketinggian, menggunakan peralatan listrik, serta menghadapi kondisi lingkungan kerja yang beragam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan tidak aman (unsafe action) pada teknisi PT X di Kota Jambi tahun 2026. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan pada 43 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan atau Fisher’s Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil: Sebanyak 37,2% responden melakukan tindakan tidak aman (unsafe action). Hasil analisis menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p=0,033) dan kelelahan kerja (p=0,017) berhubungan dengan unsafe action. Sementara itu, masa kerja, pengetahuan K3, dan pengawasan tidak berhubungan dengan unsafe action (p>0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dan pengelolaan kelelahan kerja perlu diperhatikan untuk menurunkan tindakan tidak aman (unsafe action) pada teknisi PT X di Kota Jambi.
Copyrights © 2026