Latar belakang: Gigitan nyamuk Aedes aegypti dapat menyebabkan Demam Berdarah Dengue (DBD), suatu penyakit virus. Salah satu tanda khas penyakit ini adalah penurunan jumlah trombosit (trombositopenia), yang dapat menjadi indikator keparahan penyakit. Balita termasuk kelompok rentan karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal. Tujuan: Mengetahui gambaran kadar trombosit pada balita yang terdiagnosa DBD di RSU Bunda Thamrin Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Sebanyak 20 sampel pasien balita dengan diagnosis DBD diperiksa kadar trombositnya menggunakan alat hematology analyzer di laboratorium RSU Bunda Thamrin. Hasil: Dari 20 sampel, sebanyak 17 pasien (85%) mengalami penurunan kadar trombosit (trombositopenia), sedangkan 3 pasien (15%) mengalami peningkatan kadar trombosit (trombositosis). Nilai terendah tercatat 43.000/µL dan tertinggi 463.000/µL. Kesimpulan: Sebagian besar pasien balita yang terdiagnosa DBD mengalami penurunan kadar trombosit di bawah normal. Hal ini menunjukkan trombositopenia masih menjadi masalah dominan pada kasus DBD balita dan penting untuk dijadikan indikator klinis dalam pemantauan serta penanganan pasien.
Copyrights © 2026