Fenomena keterlambatan penyampaian laporan keuangan masih sering terjadi, yang bahkan dapat berujung pada sanksi berupa suspensi perdagangan saham oleh BEI. Pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dan terdapat 47 perusahaan sebagai sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dari total populasi 83 perusahaan. Data dianalisis melalui regresi linier berganda dengan pendekatan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini mendukung Agency Theory yang menyatakan bahwa mekanisme pengawasan perusahaan dapat mengurangi asimetri informasi dan konflik kepentingan. Pengaruh negatif signifikan ukuran komite audit, frekuensi rapat komite audit, dan opini audit terhadap audit report lag menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan yang efektif serta kualitas pelaporan keuangan yang baik mampu mempercepat penyelesaian audit. Selain itu, kemampuan komisaris independen dalam memoderasi pengaruh frekuensi rapat komite audit dan ukuran perusahaan terhadap audit report lag memperkuat peran Good Corporate Governance sebagai mekanisme pengendalian yang meningkatkan efektivitas pengawasan perusahaan.
Copyrights © 2026