Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak partisipasi masyarakat terhadap kondisi keuangan BPJS Kesehatan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Untuk mengukur partisipasi masyarakat, digunakan empat indikator utama, yaitu kepesertaan aktif, penggunaan layanan, pemahaman dan kesadaran, serta keterlibatan dalam sosialisasi. Sementara itu, kondisi keuangan BPJS Kesehatan dinilai berdasarkan empat indikator, yaitu kepatuhan dalam membayar iuran, rasio klaim, arus kas, dan cadangan teknis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada 78 responden yang merupakan peserta mandiri BPJS Kesehatan di Kelurahan Silian Timur. Proses analisis meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat secara signifikan memengaruhi kondisi keuangan BPJS Kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa meningkatkan pemahaman masyarakat dan efektivitas sosialisasi sangat penting untuk memastikan kelangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional.
Copyrights © 2026