Keterbatasan keterlibatan aktif serta rendahnya performa akademik murid dalam bidang matematika umumnya dipicu oleh kecenderungan pendidik menggunakan pendekatan klasikal yang menjemukan. Melalui kajian kepustakaan yang terstruktur, penelitian ini bermaksud mengukur sejauh mana kerangka Project Based Learning (PjBL) mampu memstimulasi pencapaian kognitif serta gairah belajar peserta didik dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Desain riset yang diadopsi adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan membedah 15 artikel orisinal terbitan tahun 2014-2024 yang mencakup jenjang sekolah dasar, menengah, hingga jenjang universitas. Hasil rekonstruksi data menegaskan bahwa intervensi PjBL secara ajeg memberikan kontribusi transformatif. Model ini tidak sekadar mendongkrak penguasaan materi esensial—yang divalidasi oleh capaian indeks N-Gain pada level moderat hingga tinggi—tetapi juga menguatkan ranah afektif seperti aspek kedisiplinan, motivasi intrinsik, dan ketajaman daya cipta. Disimpulkan bahwa PjBL memegang peranan krusial dalam merealisasikan visi Kurikulum Merdeka demi melahirkan generasi pembelajar yang mandiri serta cakap bekerja sama. Meski demikian, efektivitas model ini di lapangan tetap berkolerasi dengan regulasi diri dari dalam diri pelajar serta ekosistem sekitar yang suportif. Studi ini menyajikan fondasi teoretis bagi praktisi pendidikan untuk mengadopsi strategi berbasis proyek dalam menciptakan ruang kelas yang bermakna dan berpusat pada siswa.
Copyrights © 2026