Ketersediaan fasilitas kardiologi merupakan komponen penting dalam menjamin kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien penyakit jantung, khususnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun, pemerataan fasilitas dan sumber daya pendukung pelayanan kardiologi di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan fasilitas kardiologi dalam pelayanan pasien penyakit jantung pada peserta JKN. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) melalui penelaahan tujuh artikel ilmiah yang diperoleh dari Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect sesuai kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas kardiologi masih belum merata, ditandai dengan keterbatasan akses geografis terhadap layanan rehabilitasi jantung, distribusi dokter spesialis jantung dan laboratorium kateterisasi jantung (cardiac catheterization laboratory/cath lab) yang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, serta adanya kesenjangan antara biaya riil pelayanan dengan klaim BPJS Kesehatan. Selain itu, ketersediaan obat sesuai Formularium Nasional dan program skrining penyakit jantung mendukung peningkatan mutu pelayanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemerataan fasilitas, penguatan sistem rujukan, serta peningkatan distribusi sumber daya manusia kesehatan diperlukan untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kardiologi bagi peserta JKN di Indonesia.
Copyrights © 2026