ersedak merupakan salah satu kondisi kegawatdaruratan yang dapat menyebabkan sumbatan jalan napas dan berpotensi mengakibatkan kematian apabila tidak segera ditangani dengan tepat. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus tersedak menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko komplikasi dan kematian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai penanganan tersedak melalui pelatihan pertolongan pertama menggunakan teknik Heimlich maneuver sesuai dengan pedoman kegawatdaruratan. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Mei 2026 di Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri atas masyarakat desa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan menggunakan media presentasi, demonstrasi teknik penanganan tersedak, praktik langsung (simulasi), serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan melalui observasi kemampuan peserta selama praktik dan perbandingan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai tanda dan gejala tersedak, langkah-langkah pertolongan pertama, serta mampu mempraktikkan teknik Heimlich maneuver dengan lebih tepat setelah mengikuti pelatihan. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan menyatakan kesiapan untuk menerapkan keterampilan tersebut apabila menghadapi keadaan darurat di lingkungan sekitar. Pelatihan penanganan tersedak terbukti menjadi salah satu strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan serta mendukung upaya pencegahan kematian akibat sumbatan jalan napas di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026