Bahasa Gorontalo merupakan salah satu bahasa daerah yang menghadapi ancaman penurunan jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda. Rendahnya penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari, belum tersedianya buku ajar yang sesuai untuk jenjang Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK), serta belum optimalnya kolaborasi antar-pemangku kepentingan menjadi alasan penting dilaksanakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan bertujuan merumuskan strategi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pengembangan buku ajar berbasis kolaborasi. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan guru SMA/SMK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo, serta akademisi. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan persiapan, pelaksanaan FGD, perumusan rekomendasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya kesepakatan bersama mengenai pentingnya pengembangan buku ajar Bahasa Gorontalo sebagai muatan lokal pada jenjang SMA/SMK, penguatan sinergi antarinstansi, serta penyusunan rekomendasi sebagai dasar pengembangan pembelajaran bahasa daerah. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus menjadi langkah awal implementasi revitalisasi Bahasa Gorontalo melalui pendidikan formal secara berkelanjutant.
Copyrights © 2026