Kajian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan pembelajaran transformasi geometri di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam dua kerangka kurikulum yang berbeda, yakni Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berjenis deskriptif. Informan penelitian terdiri atas satu orang pendidik mata pelajaran matematika dan satu orang peserta didik kelas IX di SMP Negeri 25 Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilaksanakan melalui wawancara semi terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang terdiri atas tiga tahapan: kondensasi data, penyajian data, serta penarikan simpulan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kedua kurikulum tersebut sama-sama menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran, namun terdapat perbedaan mencolok dalam penerapannya di lapangan. Kurikulum 2013 lebih menonjolkan pendekatan kontekstual dengan keterlibatan guru yang cukup dominan, sementara Kurikulum Merdeka membuka ruang lebih luas bagi peserta didik untuk membangun pengetahuan secara mandiri dan aktif. Dalam pelaksanaan pembelajaran transformasi geometri, pendidik memadukan beragam metode seperti ceramah, diskusi kelas, tanya jawab interaktif, dan pemanfaatan media konkret untuk mempermudah pemahaman konsep yang bersifat abstrak. Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa peserta didik telah memahami konsep-konsep dasar transformasi geometri, namun masih menghadapi kendala dalam perhitungan matematis. Tantangan utama yang dihadapi pendidik adalah keberagaman kemampuan kognitif dan kecepatan belajar peserta didik dalam satu kelas. Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran transformasi geometri tidak semata-mata ditentukan oleh kurikulum yang diterapkan, melainkan juga dipengaruhi oleh strategi pengajaran yang digunakan, pemilihan media pembelajaran yang tepat, serta tingkat keaktifan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
Copyrights © 2026