Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang berlangsung cepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status gizi remaja di SMP Negeri 2 Kota Bima. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh melalui pengukuran antropometri berupa berat badan dan tinggi badan untuk menentukan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta wawancara menggunakan metode food recall 24 jam. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki status gizi normal sebanyak 26 orang (86,67%), sedangkan kategori kurus/gizi kurang sebanyak 3 orang (10%), dan obesitas sebanyak 1 orang (3,33%). Analisis prioritas masalah menggunakan metode USG menunjukkan bahwa obesitas menjadi masalah prioritas utama karena memiliki tingkat urgensi, keseriusan, dan potensi perkembangan yang tinggi. Faktor yang memengaruhi status gizi remaja meliputi pola makan, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, serta lingkungan keluarga dan sekolah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas remaja memiliki status gizi normal, masih ditemukan masalah gizi kurang dan obesitas yang memerlukan perhatian melalui edukasi gizi, penerapan pola makan seimbang, serta peningkatan aktivitas fisik.
Copyrights © 2026