Lumpur pengeboran merupakan campuran kompleks berupa padatan, cairan, gas, dan bahan kimia. Lumpur pengeboran disirkulasikan sepanjang sumur untuk mengangkat cutting dari lubang sumur menuju permukaan (Abdideh dkk., 2013) Rheologi yang baik sangat penting dalam pengeboran sumur karena secara langsung mempengaruhi efisiensi, keamanan, dan stabilitas operasi pengeboran. Karakteristik rheologi lumpur yang baik untuk menjaga operasi pengeboran tetap stabil meliputi: menjaga cutting tetap di dalam lumpur saat pemboran berhenti, menjaga viskositas agar proses pemompaan efisien, high yield strength, dan shear thinning yang baik (Chinedu, 2019). Tantangan yang umum pada operasi pemboran yaitu formasi dengan sifat high pressure high temperature (HPHT). Hal ini dikarenakan rheologi akan menurun seiring dengan kenaikan temperatur (Amani, 2012). Penurunan rheologi ini akan mempengaruhi efisiensi dari lumpur pemboran. Pengeboran dalam kondisi HPHT dapat menggunakan lumpur water base mud dan oil base mud, namun pada kenyataanya oil base mud lebih banyak digunakan untuk mengatasi masalah dalam kondisi HPHT (Amani dkk., 2012). Penggunaan Smooth Fluid 05 pada sistem lumpur oil base mud ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan pada sumur kondisi HPHT. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan analisa terhadap data yang diperoleh dari hasil percobaan perbandingan oil base mud SF-05 pada variasi oil water ratio serta temperatur yang berbeda untuk mengetahui rheologi lumpur pemboran. Penelitian ini menunjukkan bahwa sampel dengan OWR 80:20 mengalami penurunan yang lebih stabil karena kandungan minyak pada OWR tersebut 80% sehingga membuat sampel lumpur lebih viscous.
Copyrights © 2026