Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses identifikasi awal dan strategi penanganan guru terhadap siswa dengan dugaan disleksia di kelas IV SDN 23 Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek guru dan siswa kelas IV. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengidentifikasi gejala awal disleksia melalui observasi alami terhadap pola membaca, seperti lambatnya decoding, pembalikan huruf, kesalahan fonologis, dan ketidakkonsistenan dalam menyambung bacaan. Temuan kuesioner memperkuat hasil tersebut, di mana seluruh siswa menunjukkan satu atau lebih gejala yang berkaitan dengan pemrosesan fonologis dan memori kerja verbal, seperti kesulitan membaca kata mirip, mengingat ejaan, serta mengikuti instruksi bertahap. Strategi penanganan yang diterapkan guru meliputi penyederhanaan instruksi, pemberian waktu tambahan, penggunaan pendekatan fonik dan multisensori sederhana, serta dukungan emosional. Penelitian ini menegaskan bahwa identifikasi dini dan intervensi adaptif sangat bergantung pada sensitivitas pedagogis guru serta dukungan kerja sama dengan orang tua. Diperlukan pelatihan dan fasilitas pendukung agar proses identifikasi dan penanganan disleksia dapat dilakukan secara lebih sistematis.
Copyrights © 2026