Articles
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD NEGERI LANGUNG KABUPATEN ACEH BARAT
Agus Kistian
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.051 KB)
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar Matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan Control Group Pre-test and Post-test Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Langung. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik total sampling semua populasi dijadikan sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang terdiri dari 10 soal uraian. Analisis data diambil dari hasil pretest dan posttest siswa. Selanjutnya dilakukan analisis data uji normalitas, homogenitas dan dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji-t dengan taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada peningkatan hasil belajar siswa diperoleh bahwa thitung 3,43 > t tabel 1,67, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima artinya terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan pada ranah kognitif siswa antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan pembelajaran konvensional. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap hasil belajar ranah kognitif. Kata Kunci : Contextual Teaching and Learning (CTL), Hasil Belajar, Matematika
ANALISIS PROFESIONALITAS GURU DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI PANTE CERMIN
Arliyanti Arliyanti;
Agus Kistian;
Mardhatillah Mardhatillah
Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah profesionalitas guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Pante Cermin Kecamatan Pante Ceureumen. Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif (descriptive research). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2020 pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021, lokasi penelitian adalah di SD Negeri Pante Cermin Kecamatan Pante Ceureumen. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah guru kelas IV. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara dan lembar validasi. Hasil penelitian dalam penelitian ini adalah guru di SD Negeri Pante Cermin sudah termasuk dalam guru profesional karena dalam perencanaan pembelajaran khususnya dalam menyusun (RPP) sudah cukup baik, mereka menyusun RPP sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan. Hal itu dapat dilihat pada membuat perangkat pembelajaran (RPP), pengalokasian waktu, mencantumkan sumber belajar yang akan digunakan, guru memiliki kompetensi dalam menggunakan berbagai metode dan pemilihan media yang tepat, serta pengelolaan terhadap kelas menjalankan tugasnya dengan baik secara ikhlas dan sabar dan mampu menguasai teknologi sesuai dengan pendidikannya, dan guru memiliki latar belakang pendidikan terakhir sarjana (SI). Kata Kunci : Profesionalitas Guru, Pembelajaran.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP PEMAHAMAN NILAI NASIONALISME SISWA KELAS IV SDN PANTE CERMIN KABUPATEN ACEH BARAT
Nurjannah Nurjannah;
Agus Kistian
Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui adanya pengaruh model Value Clarification Technique (VCT) terhadap pemahaman nilai nasionalisme dan (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dan motivasi belajar siswa terhadap pemahaman nilai nasionalisme siswa di kelas IV SDN Pante Cermin. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Pante Cermin Kecamatan Pante Ceureumen Kabupaten Aceh Barat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Pante Cermin dengan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dipilih secara total sampling sebanyak dua kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitiannya adalah quasi exsperimental. Instrument yang digunakan terdiri dari tes pemahaman nilai nasionalisme yang telah dinyatakan valid dan reliabel sebanyak 10 butir soal uraian. Berdasarkan pengolahan data yang diperoleh terdapat perbedaan hasil pemahaman nilai nasionalisme siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Dapat dilihat dari perbedaan rerata pemahaman nilai nasionalisme siswa di kedua kelas. Rerata pemahaman nilai nasionalisme siswa dikelas Value Clarification Technique (VCT) sebesar 78,09 sedangkan pemahaman nilai nasionalisme di kelas ekspositori sebesar 69,04 dari data tersebut tampak bahwa terdapat perbedaan rerata pemahaman nilai nasionalisme siswa yang diajarkan dengan Value Clarification Technique (VCT) lebih tinggi daripada rerata pemahaman nilai nasionalisme siswa yang diajarkan dengan pembelajaran ekspositori. Kata-kata kunci: Model Pembelajaran, Value Clarification Technique (VCT), Pemahaman Nilai Nasionalisme
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA KELAS V DALAM MENGGUNAKAN KALIMAT MAJEMUK PADA KARANGAN DI SD NEGERI KEUDE LINTEUNG KABUPATEN NAGAN RAYA T.A 2018/2019
Rahmita Wati;
Agus Kistian
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.848 KB)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan siswa kelas V SD Negeri Keude Linteung Kabupaten Nagan Raya menggunakan kalimat majemuk setara dalam karangannya. Tenik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dokumentasi dan validasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai rata-rata kemampuan siswa menggunakan kalimat majemuk siswa kelas V SD Negeri Keude Linteung Kabupaten Nagan Raya adalah 68,04 yang dikategorikan kurang mampu. Nilai rata-rata kemampuan siswa kelas V SD Negeri Keude Linteung menggunakan kalimat majemuk setara adalah 16,34 yang dikategorikan kurang mampu. Nilai rata-rata kemampuan siswa kelas V SD Negeri Keude Linteung menggunakan kalimat majemuk rapatan adalah 17,18 yang dikategorikan kurang mampu. Nilai rata-rata kemampuan siswa kelas V SD Negeri Keude Linteung menggunakan kalimat majemuk bertingkat adalah 17,32 yang dikategorikan kurang mampu. Nilai rata-rata kemampuan siswa kelas V SD Negeri Keude Linteung menggunakan kalimat majemuk campuran adalah 17,32 yang dikategorikan kurang mampu. Dengan demikian, kemampuan siswa kelas V dalam menggunakan kalimat majemuk pada karangan di SD Negeri Keude Linteung Kabupaten Nagan Raya Tahun Ajaran 2018/2019 adalah kurang mampu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER TOLERANSI DAN DEMOKRATIS SISWA PADA PELAJARAN PKn KELAS V DI SD NEGERI PAYA PEUNAGA
Rini Wijaya;
Febry Fahreza;
Agus Kistian
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2019): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.732 KB)
ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan karakter toleransi dan demokratis siswa pada pembelajaran PKn kelas V di SD Negeri Paya Peunaga. Subjek dalam penelitian ini adalah V-A SD Negeri Paya Peunaga sebanyak 21 (dua puluh satu) siswa, terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data : observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah Reduksi Data dan Penyajian Data. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat mengembangkan karakter toleransi dan demokratis siswa kelas V di SD Negeri Paya Peunaga. Peningkatan karakter toleransi dan karakter demokratis siswa pada siklus I sebesar 52,57% menunjukkan adanya peningkatan namun belum mencapai indikator yang ditentukan karena masih berada pada kriteria tidak baik dan pada siklus II sebesar 67,80% berada pada kriteria baik. Jadi kesimpulan pembahasan adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) memiliki dampak positif kerjasama antara siswa, hal ini ditunjukkan adanya sikap toleransi dalam kelompok dimana siswa yang lebih mampu mengajari temannya dalam menerima pendapat teman yang lainnya dan juga adanya sikap demokratis dimana siswa mau mendengarkan pendapat dari temannya dan memberikan kesempatan kepada temannya dalam kelompok supaya siswa yang lebih mampu agar mengajari temannya yang kurang mampu. Kata Kunci : Penerapan Model Problem Based Learning (PBL), Mengembangkan Karakter Toleransi dan Demokratis
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD NEGERI PEUREUMEUE KECAMATAN KAWAY XVI
Mira Safrida;
Agus Kistian
Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 1 (2020): Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Bina Gogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA kelas V SD Negeri Peureumeue Kecamatan Kaway XVI. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas V SD Negeri Peureumeue sebanyak 18 (delapan belas) siswa, terdiri dari 11 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data : observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri Peureumeue. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 44,44% menunjukkan adanya peningkatan namun belum mencapai indikator yang ditentukan karena masih berada pada kriteria tidak baik dan pada siklus II sebesar 94,44% berada pada kriteria baik. Jadi kesimpulan pembahasan adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL) memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa, hal ini dapat kita lihat dari nilai siswa yang semakin meningkat setelah diterapkannya model Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran IPA materi Pembuatan Makanan Pada Tumbuhan Hijau. Kata Kunci : Penerapan model Problem Based Learning (PBL), Pelajaran IPA, Hasil Belajar
THE EFFECT OF PICTURE AND PICTURE LEARNING MODELS ON ELEMENTARY SCHOOL STUDENT LEARNING OUTCOMES
Zulfadli Zulfadli;
Mardhatillah Mardhatillah;
Agus Kistian
Jurnal Ilmiah Teunuleh Vol. 1 No. 2: Jurnal Ilmiah Teunuleh | December 2020
Publisher : Teunuleh Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51612/teunuleh.v1i2.26
This study aims to find out the influence of picture and picture learning models on the learning outcomes of grade II students at SD Negeri 1 Simpang 4 on the theme of clean and healthy living. The approach used in this research is a quantitative approach with the type of research used is quasi experimentation. The sample in this study consisted of 42 people consisting of 21 people of class IIA and 21 people of class IIB. Data collection techniques used are observation, test, validation, and documentation. The data analysis technique used is the T-test analysis. Based on the results of the study, it was found that the average posttest value of students' learning outcomes in the experimental class (II-B) of SD Negeri I Simpang Peut Nagan Raya regency was 76.19, while the average posttest score of students in the control class (II-B) of SD Negeri I Simpang Peut Nagan Raya regency was 63.33. This is proven by the results of statistical data analysis "T-Test Test" that obtained thitung value (3,339) > ttabel (1,724). This proves that hypotheses are accepted. Thus, it can be concluded that the picture and picture learning model affects students' learning outcomes on the theme of clean and healthy living in grade II of SD Negeri 1 Simpang Peut.
The Effect of Problem Based Learning (PBL) Learning Models on Mathematic Problem Solving Ability Students in Primary School
Agus Kistian;
Verawati Verawati
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 3, No 3 (2020): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33258/birci.v3i3.1180
This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on the mathematics problem solving ability of students in 4th grade primary school Pasi Pinang. This research uses a quantitative approach, with the type of research is quasi experimental. The population in this study were all fourth grade students of primary school Pasi Pinang and the sampling technique in this study was selected by total sampling of two classes. The experimental class was treated with the Problem Based Learning (PBL) learning model and the control class was treated with the expository learning model. The instruments used consisted of a learning motivation questionnaire and a math problem solving ability test. Data analysis was carried out using two-way ANOVA. From the results of this study, it was obtained that the average result of the mathematics problem solving ability taught by the Problem Based Learning (PBL) learning model was 82.16 while the average result of the mathematics problem solving ability taught by the expository learning model was 71. , 36. So it can be concluded that the results of the mathematics problem solving ability of students who are taught with the Problem Based Learning (PBL) learning model are higher than students who are taught with the Expository learning model.
PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN EKSPOSITORI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DI KELAS IV SDN PEUNAGA CUT UJONG
Agus Kistian;
Febry Fahreza;
Mulyadi
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (185.995 KB)
|
DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i1.975
The purpose of this study was to determine and analyze the effect of Contextual Teaching and Learning learning models on students' mathematical problem-solving abilities on the material of the surface area of flat build in class IV of SDN Peunaga Cut Ujong. This study uses a quantitative approach and the type of research used is experimental research. The population in this study were the fourth grade students of SDN Peunaga Cut Ujong which amounted to 28 students. The data collection techniques are documentation, observation and tests of mathematical problem solving abilities given essay. Data processing techniques use statistical tests using the t test formula. The results showed that students' mathematical problem solving ability using Contextual Teaching and Learning learning model was better than conventional learning, indicated by the average post-test score of students who used Contextual Teaching and Learning learning model, which was 78.82 and students with conventional learning obtain an average post-test score of 66.58. Based on the results of the calculation of the t-test with a significant level of α = 0.05 and dk = 27. From this value obtained tcount> t table is 4.55> 1.70, so H0 is rejected and H1 is accepted so it can be concluded that there is a significant effect on the students' mathematical problem solving ability on the material of flat surface area through Contextual Teaching and Learning learning model in the fourth grade of SD Negeri Peunaga Cut Ujong. This shows that learning by applying Contextual Teaching and Learning learning models can improve students' mathematical problem solving abilities. Abstrak Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong yang berjumlah 28 siswa. Adapun teknik pengumpulan data adalah dokumentasi, observasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan secara essay. Teknik pengolahan data menggunakan uji statistik dengan menggunakan rumus uji t. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning lebih baik dari pada pembelajaran konvensional, ditunjukkan dengan rata-rata nilai post-test siswa yang menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning yaitu 78,82 dan siswa dengan pembelajaran konvensional memperoleh rata-rata nilai post-test yaitu 66,58. Berdasarkan hasil perhitungan uji t – tes dengan taraf signifikan α = 0,05 dan dk = 27. Dari nilai tersebut diperoleh thitung> ttabel yaitu 4,55> 1,70, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi luas permukaan bangun datar melalui model pembelajaran Contextual Teaching and Learning di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Peunaga Cut Ujong. Hal ini menunjukkanbahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kata Kunci: Contextual Teaching and Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Luas Permukaan Bangun Datar
PERBEDAAN SIKAP ILMIAH SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DIRECT INSTRUCTION
Dyan Wulan Sari Hs;
Agus Kistian
Jurnal Tunas Bangsa Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46244/tunasbangsa.v7i2.1160
This study aims to analyze the differences in scientific attitudes of students using inquiry training learning models with direct instruction learning models. This research is a quasi-experimental study. In this study there are two classes that are used as an experimental class and a control class, the experimental class is a class that is treated with learning with inquiry training models, while the control class is a class using the direct instruction learning model. The instrument used consisted of a questionnaire to measure students' scientific attitudes in the posttest, as well as an observation sheet. The results of this study indicate that the average value of the scientific attitude of learning in the experimental class is 75.01 with a standard deviation of 7.373, while in the control class is 71.60 with a standard deviation of 7.935. The results of this research suggest that inquiry training learning model is a solution and an alternative choice for teachers in improving students' scientific attitudes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan sikap ilmiah siswa menggunakan model pembelajaran inquiry training dengan model pembelajaran direct instruction. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Dalam penelitian ini terdapat dua kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, kelas eksperimen merupakan kelas yang diberi perlakuan pembelajaran dengan model inquiry training, sedangkan kelas kontrol adalah kelas dengan menggunakan model pembelajaran direct instruction. Instrumen yang digunakan terdiri dari berupa angket untuk mengukur sikap ilmiah siswa dalam posttest, serta lembar observasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai sikap ilmiah belajar pada kelas eksperimen sebesar 75,01 dengan simpangan baku sebesar 7,373, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 71,60 dengan simpangan baku sebesar 7,935. Hasil penelitan ini menyarankan bahwa model pembelajaran inquiry training merupakan solusi dan alternatif pilihan guru dalam meningkatkan sikap ilmiah siswa. Kata Kunci: Sikap Ilmiah, Inquiry Training, Direct Instruction