Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil trimester III merupakan masalah kesehatan serius yang meningkatkan risiko komplikasi persalinan, berat badan lahir rendah, dan stunting. Prevalensi anemia di UPTD Puskesmas Air Putih Kota Samarinda periode Juli–September 2025 mencapai 46,4% dari 189 ibu hamil yang diperiksa, meskipun cakupan pemberian tablet tambah darah (TTD) telah mencapai 100%. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III di UPTD Puskesmas Air Putih Kota Samarinda. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 30 responden. Analisis data meliputi univariat, bivariat (uji Spearman Rank), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil: Seluruh responden mengalami anemia, didominasi anemia ringan (93,3%). Terdapat hubungan signifikan antara status gizi (p=0,025; r=0,408), kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,025; r=0,408), dan tingkat pengetahuan (p=0,039; r=0,378) dengan kejadian anemia. Analisis multivariat menunjukkan status gizi KEK (OR=4,667; p=0,047) dan ketidakpatuhan tablet Fe (OR=4,667; p=0,047) sebagai faktor dominan; pengetahuan tidak signifikan secara independen (p=0,197). Kesimpulan: Status gizi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe merupakan faktor co-dominant yang paling berhubungan dengan kejadian anemia. Terdapat Knowledge-Practice Gap dimana pengetahuan baik tidak otomatis diikuti perilaku pencegahan anemia yang optimal.
Copyrights © 2026