Variabilitas curah hujan harian di wilayah ekuator, seperti curah hujan di Kabupaten Manokwari, memiliki tingkat keacakan yang relatif tinggi akibat interaksi multi-skala fenomena atmosfer sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengidentifikasi variabilitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas multi-skala curah hujan di Kabupaten Manokwari dengan menggunakan metode dekomposisi Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD). Untuk tujuan tersebut, data curah hujan harian Kabupaten Manokwari periode 1 Januari 2016 – 31 Desember 2025 telah didekomposisi menjadi beberapa Intrinsic Mode Functions (IMF) menggunakan metode EEMD. Hasil Dekomposisi selanjutnya dianalisis untuk memperoleh karakteristik variabilitas temporal, kontribusi energi, signifikansi statistik, dan potensi bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEMD menghasilkan tujuh IMF dan satu komponen residual. Dari ketujuh IMF, IMF1-IMF3 lebih mendominasi variabilitas curah hujan dibanding IMF lainnya dengan total kontribusi energi sebesar 78,52%. Kemudian, Uji Signifikansi terhadap derau putih menunjukkan hanya IMF5 yang signifikan sementara IMF lainnya tidak signifikan. Selanjutnya, Korelasi silang seluruh IMF terhadap ENSO Niño 3.4 menunjukkan hubungan keduanya sangat lemah Kalender risiko bencana menunjukkan banjir di Kabupaten Manokwari berpotensi terjadi pada bulan Februari, April, dan Desember. Dari hasil analisis hasil dekomposisi EEMD terhadap curah hujan harian Kabupaten Manokwari, diperoleh bahwa karakteristik curah hujan harian di Kabupaten Manokwari kemungkinan berupa hujan konvektif lokal dengan skala harian lebih dominan, dipengaruhi oleh osilasi intrasesional Madden Julian Oscillation (MJO), serta risiko bencana banjir dapat terjadi pada bulan Februari, April, dan Desember.
Copyrights © 2026