Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Variabilitas Multi-Skala Curah Hujan Harian Kabupaten Manokwari Menggunakan Ensemble Empirical Mode Decomposition Elohansen Padang; Tobias Tobi Tukan; Kwasti Kartono Kardiputra
Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2026): Edisi: Juli-September
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Variabilitas curah hujan harian di wilayah ekuator, seperti curah hujan di Kabupaten Manokwari, memiliki tingkat keacakan yang relatif tinggi akibat interaksi multi-skala fenomena atmosfer sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengidentifikasi variabilitasnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis variabilitas multi-skala curah hujan di Kabupaten Manokwari dengan menggunakan metode dekomposisi Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD). Untuk tujuan tersebut, data curah hujan harian Kabupaten Manokwari periode 1 Januari 2016 – 31 Desember 2025 telah didekomposisi menjadi beberapa Intrinsic Mode Functions (IMF) menggunakan metode EEMD. Hasil Dekomposisi selanjutnya dianalisis untuk memperoleh karakteristik variabilitas temporal, kontribusi energi, signifikansi statistik, dan potensi bahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EEMD menghasilkan tujuh IMF dan satu komponen residual. Dari ketujuh IMF, IMF1-IMF3 lebih mendominasi variabilitas curah hujan dibanding IMF lainnya dengan total kontribusi energi sebesar 78,52%. Kemudian, Uji Signifikansi terhadap derau putih menunjukkan hanya IMF5 yang signifikan sementara IMF lainnya tidak signifikan. Selanjutnya,  Korelasi silang seluruh IMF terhadap ENSO Niño 3.4 menunjukkan hubungan keduanya sangat lemah Kalender risiko bencana menunjukkan banjir di Kabupaten Manokwari berpotensi terjadi pada bulan Februari, April, dan Desember. Dari hasil analisis hasil dekomposisi EEMD terhadap curah hujan harian Kabupaten Manokwari, diperoleh bahwa karakteristik curah hujan harian di Kabupaten Manokwari kemungkinan berupa hujan konvektif lokal dengan skala harian lebih dominan, dipengaruhi oleh osilasi intrasesional Madden Julian Oscillation (MJO), serta risiko bencana banjir dapat terjadi pada bulan Februari, April, dan Desember.
Dekomposisi Curah Hujan Harian Kabupaten Manokwari Menggunakan Metode Ensemble Empirical Mode Decomposition Elohansen Padang
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 01 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i01.3090

Abstract

Curah hujan harian di wilayah tropis, seperti di Kabupaten Manokwari, memiliki karakteristik nonlinier dan nonstasioner dengan variabilitas temporal yang tinggi. Karakteristik ini menyulitkan analisis dengan metode spektral konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Ensemble Empirical Mode Decomposition (EEMD) untuk mendekomposisi curah hujan harian di Kabupaten Manokwari, serta menganalisis karakteristik Intrinsic Mode Function (IMF) yang dihasilkan setelah dekomposisi. Data hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat dalam rentang Januari 2016 hingga November 2025. Data diperoleh dari Stasiun Meteorologi Rendani, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari. Dari hasil proses dekomposisi dihasilkan 11 IMF yang merepresentasikan osilasi pada berbagai skala waktu. Karakteristik IMF dideskripsikan berdasarkan varians sebagai ukuran energi, kontribusi energi relatif, periode rata-rata, serta uji signifikansi statistik terhadap latar derau putih pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa IMF frekuensi tinggi (IMF1: varians 20.591,5 mm² dan kontribusi 7.007,8%) memiliki kontribusi energi terbesar, mengindikasikan dominasi fluktuasi jangka pendek dalam variabilitas curah hujan. Namun, seluruh IMF tidak signifikan secara statistik pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini menunjukkan bahwa variabilitas curah hujan di Kabupaten Manokwari didominasi oleh fluktuasi acak atau stokastik tanpa osilasi periodik yang stabil sepanjang periode pengamatan. Hasil ini membuktikan bahwa metode EEMD merupakan metode yang efektif untuk mendekomposisi sinyal curah hujan harian tropis dan memberikan landasan metodologis yang kuat untuk menganalisis variabilitas curah hujan di wilayah Papua Barat.