Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari variasi temperatur pemanasan dan holding time terhadap kekerasan baja ST 42 dalam proses perlakuan panas (heat treatment). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental kuantitatif dengan variasi temperatur pemanasan dimulai dari 750°C, 800°C, dan 850°C serta variasi holding time selama 30 menit, 60 menit, dan 90 menit yang dilanjutkan dengan proses pendinginan cepat (quenching) menggunakan media air laut dan dilakukan pengujian kekerasan menggunakan metode Vickers yang dilanjutkan dengan pengujian metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi temperatur dan waktu penahanan memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kekerasan baja ST 42. Temperatur pemanasan yang lebih tinggi dan waktu penahanan yang optimal dapat meningkatkan kekerasan karena pembentukan struktur martensit yang lebih dominan, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu acuan bagi industri manufaktur dalam meningkatkan sifat mekanik baja ST 42 melalui perlakuan panas yang terkontrol.
Copyrights © 2026