Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) termasuk dalam buah yang dikenal memiliki senyawa bioaktif berpotensi sebagai antioksidan. Oleh karena itu, diperlukan metode ekstraksi secara efektif dan efisien untuk mendapatkan ekstrak dengan maksimal. Salah satu metode ekstraksi secara modern yaitu MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan menggunakan gelombang mikro sebagai sumber panas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perlakuan daya (150, 300, 450 W) dan waktu (5, 10, 15 menit) ekstraksi buah belimbing wuluh. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan RAL dua faktor dengan pelarut etanol 70% serta rasio bahan:pelarut 1:10 (g/mL). Parameter pengujian yaitu rendemen, kadar sisa pelarut (KSP), pH, skrining fitokimia, aktivitas antioksidan, serta total kandungan flavonoid. Hasil penelitian ekstraksi dengan daya dan waktu berpengaruh sangat nyata terhadap nilai rendemen, KSP, serta aktivitas antioksidan. Uji skrining fitokimia memberikan nilai positif pada senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin. Aktivitas antioksidan tertinggi 40,48 ppm (sangat kuat) didapat pada daya 300 W selama 10 menit dengan karakteristik rendemen 53,817%, KSP 1,772, pH 2,04, serta total flavonoid 137,658 mg QE/g.
Copyrights © 2026