Pendahuluan: Kejang demam merupakan salah satu kegawatdaruratan yang sering terjadi pada anak usia balita akibat peningkatan suhu tubuh di atas 38°C tanpa adanya infeksi sistem saraf pusat. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada orang tua, khususnya ibu, karena kurangnya pengetahuan mengenai penanganan pertama saat anak mengalami kejang demam. Tujuan : untuk mengetahui efektivitas edukasi digital berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita di wilayah kerja Puskesmas Telaga Dewa Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui pendekatan one group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi digital berbasis video mengenai penanganan kejang demam pada balita. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi digital berbasis video, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup sebanyak 43,8%. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebanyak 64,6%. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 62,50 pada pre-test menjadi 84,79 pada post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value <0,001 yang berarti terdapat pengaruh edukasi digital berbasis video terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan kejang demam pada balita. Kesimpulan : hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa edukasi digital berbasis video efektif meningkatkan pengetahuan ibu mengenai penanganan kejang demam pada balita. Media video dapat digunakan sebagai alternatif inovasi promosi kesehatan karena mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah dipahami, dan meningkatkan pemahaman responden terhadap materi kesehatan.
Copyrights © 2026