Musik patrol merupakan kesenian tradisional perkusi khas Jawa Timur yang menghadapi tantangan marginalisasi akibat globalisasi dan dominasi budaya digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana budaya partisipatif terbentuk dan terwujud dalam Komunitas Pasoepati Patrol melalui akun Instagram @pasoepatipatrol sebagai upaya pelestarian dan pengenalan musik patrol di era digital. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur bersama ketua komunitas, observasi non-partisipan, dan dokumentasi digital terhadap 14 konten sampel periode Juli–Desember 2025. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Budaya Partisipatif Henry Jenkins dan Teori Masyarakat Jaringan Manuel Castells. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat karakteristik budaya partisipatif Jenkins yaitu afiliasi, ekspresi, kolaborasi, dan sirkulasi terwujud secara nyata dalam konten @pasoepatipatrol. Afiliasi terbangun melalui narasi identitas kolektif yang inklusif; ekspresi melalui konten kreatif yang memanfaatkan momen hari nasional; kolaborasi melalui tiga pola yaitu edukatif antargenerasi, horizontal antarkomunitas, dan vertikal lintas institusi; serta sirkulasi melalui hashtag strategis dan distribusi lintas platform. Dalam perspektif Castells, akun ini berhasil menjalankan mass self-communication secara mandiri dan membuktikan prinsip space of flows melampaui batas geografis Sidoarjo.
Copyrights © 2026