Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dapat memperkuat urgensi penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, serta memetakan peran faktor ekonomi, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekosistem dalam mendukung transisi energi di sektor transportasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai literatur, dokumen kebijakan, laporan resmi, dan publikasi ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi hubungan antara penyesuaian harga BBM dan percepatan adopsi kendaraan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM berhasil memicu kesadaran publik terhadap tingginya biaya operasional kendaraan konvensional, namun tidak serta-merta mendorong migrasi massal secara instan ke kendaraan listrik. Proses transisi ini terhambat oleh berbagai faktor struktural, meliputi tingginya harga beli awal, keterbatasan likuiditas konsumen menengah ke bawah, ketimpangan spasial distribusi infrastruktur pengisian daya, serta kecemasan psikologis terkait jarak tempuh dan depresiasi nilai jual kembali komponen baterai. Disimpulkan bahwa kenaikan harga BBM bukan penentu tunggal transisi energi, melainkan sekadar faktor pendorong eksternal. Rekomendasi penelitian ini mengarah pada pentingnya kebijakan intervensi menyeluruh dari pemerintah guna mempercepat standardisasi industri baterai domestik serta pemerataan titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) berbasis keadilan wilayah untuk menciptakan ekosistem pasar yang inklusif.
Copyrights © 2026