Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi content creator pemula dalam memanfaatkan Facebook Professional Mode sebagai media membangun audiens dan mengembangkan aktivitas kreatif di era ekonomi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi melalui observasi terhadap aktivitas akun content creator pemula yang secara konsisten mempublikasikan konten di Facebook Professional Mode. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola produksi pesan, pembentukan identitas digital, serta interaksi antara kreator dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi kreator dipengaruhi oleh karakteristik platform, mekanisme algoritma, dan budaya komunikasi yang berkembang dalam komunitas digital. Kreator pemula cenderung memanfaatkan identitas lokal melalui penggunaan bahasa daerah, tema-tema lokal, dan hashtag sebagai strategi membangun kedekatan dengan audiens serta meningkatkan jangkauan konten. Di sisi lain, sebagian besar kreator masih berorientasi pada kuantitas unggahan dibandingkan kualitas konten demi memperoleh peluang monetisasi. Penelitian juga menemukan terbentuknya budaya komunikasi khas, seperti penggunaan ungkapan "Salam Interaksi" dan "Salam SKSD" sebagai strategi meningkatkan engagement antarkreator. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik komunikasi content creator pemula tidak hanya berorientasi pada produksi konten, tetapi juga pada pembentukan identitas digital, interaksi komunitas, dan adaptasi terhadap ekosistem algoritmik media sosial.
Copyrights © 2026