Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Motif dan Perilaku Penonton pada Tayangan Ruang Guru Clash of Champions dan Academy of Champions Ulfa Erfendy
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.520

Abstract

Ruang Guru sebagai salah satu bimbingan belajar terbesar di Indonesia, menyediakan platform dengan berbagai layanan pembelajaran termasuk salah satunya melalui Youtube. Pada Juni tahun 2024 Ruang Guru menayangkan game show melalui aplikasi Ruang Guru dan juga Youtube, yaitu Class of Champions (COC). Setelah sukses dengan COC, Ruang Guru kembali menayangkan versi lainnya yaitu Academy of Champions (AOC) di bulan Desember. Kedua game show ini berhasil menarik perhatian masyarakat. Tujuan penonton dalam menonton program ini dapat dianalisis dengan dengan menggunakan teori use and gratification, sekaligus dapat dikaji bagaimana perilaku dan motif penonton COC dan AOC. Sehingga dapat terurai perilaku beberapa penonton dan kebutuhan-kebutuhan apa yang diharapkan penonton dapat terpenuhi setelah menonton program Clash of Champions dan Academy of Champions ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek pada penelitian ini adalah perilaku penonton pada tayangan ruang guru Clash of Champions dan Academy of Champions. Subjek penelitian merupakan informan yang menjadi sumber penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive. Berdasarkan kriteria ini, penulis memilih 7 orang informan. Semua informan akun dilakukan proses pengumpulan data melalui beberapa teknik yaitu melalui teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penonton tayangan ini memiliki motif hiburan sebagai motif yang paling menonjol. Sedangkan motif terendah adalah integrasi dan interaksi sosial. Sedangkan perilaku penonton pada tayangan ini meliputi selectivity, intentionally, utilitarianism, involvement dan impreviousto influence. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa remaja dapat memilih tayangan yang bermaanfaat untuk mereka sekaligus dapat memenuhi kebutuhan mereka dalam menonton tayangan media.
Praktik Komunikasi Content Creator Pemula melalui Facebook Professional Mode : Penelitian Ulfa Erfendy; Dwianita
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.443

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik komunikasi content creator pemula dalam memanfaatkan Facebook Professional Mode sebagai media membangun audiens dan mengembangkan aktivitas kreatif di era ekonomi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode netnografi melalui observasi terhadap aktivitas akun content creator pemula yang secara konsisten mempublikasikan konten di Facebook Professional Mode. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola produksi pesan, pembentukan identitas digital, serta interaksi antara kreator dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik komunikasi kreator dipengaruhi oleh karakteristik platform, mekanisme algoritma, dan budaya komunikasi yang berkembang dalam komunitas digital. Kreator pemula cenderung memanfaatkan identitas lokal melalui penggunaan bahasa daerah, tema-tema lokal, dan hashtag sebagai strategi membangun kedekatan dengan audiens serta meningkatkan jangkauan konten. Di sisi lain, sebagian besar kreator masih berorientasi pada kuantitas unggahan dibandingkan kualitas konten demi memperoleh peluang monetisasi. Penelitian juga menemukan terbentuknya budaya komunikasi khas, seperti penggunaan ungkapan "Salam Interaksi" dan "Salam SKSD" sebagai strategi meningkatkan engagement antarkreator. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik komunikasi content creator pemula tidak hanya berorientasi pada produksi konten, tetapi juga pada pembentukan identitas digital, interaksi komunitas, dan adaptasi terhadap ekosistem algoritmik media sosial.
Exploring Exploring Aceh’s Virtual Destination Image Through Netizen’s Perception on Tiktok : Exploring Aceh’s Virtual Destination Image Through Netizen’s Perception on Tiktok Mawaddah; Ulfa Erfendy
SOCIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 23 No. 1 (2026): Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/socia.v23i1.98329

Abstract

This study examines the virtual destination image of Aceh Province as a halal tourism destination through user interactions on TikTok. Using a qualitative content analysis of 3,960 user comments on the three most highly engaged Aceh tourism videos, the findings reveal that destination image (381 comments) is the dominant theme, indicating that visual appeal natural beauty and aesthetic qualities shapes Aceh's virtual image more strongly than informative narratives. Travel interest emerged as a significant theme (176 comments), demonstrating that visual exposure on TikTok influences visit intention. Netizen sentiment was balanced between positive (92) and negative (86) opinions. Negative comments primarily expressed concerns about Sharia law enforcement for non-local tourists while positive comments emphasized Aceh's cultural uniqueness and religious identity. Islamic and halal values appeared as supporting elements (114 comments) but were secondary to visual representation. Keywords: virtual destination image, halal tourism, Aceh, TikTok, analysis of netizen comments, electronic word of mouth