Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Namun, perkembangan teknologi digital menuntut pelaku UMKM untuk memiliki identitas usaha yang kuat dan mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Pelaku UMKM di Desa Sukorejo, Kabupaten Gresik masih menghadapi berbagai kendala, antara lain belum memiliki personal branding yang jelas, identitas visual yang menarik, serta belum mengoptimalkan media sosial untuk kegiatan promosi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam membangun personal branding dan menerapkan digital marketing guna meningkatkan daya saing usaha. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sukorejo, Kabupaten Gresik dengan melibatkan 15 pelaku UMKM melalui metode Participatory Learning and Action (PLA) yang meliputi identifikasi kebutuhan, ceramah interaktif, diskusi, praktik penyusunan identitas usaha, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya personal branding, kemampuan menyusun nama usaha, logo, slogan, menentukan target konsumen, serta memanfaatkan Instagram, Facebook, TikTok, WhatsApp Business, dan YouTube sebagai media promosi. Kegiatan ini berimplikasi pada meningkatnya kapasitas pelaku UMKM dalam membangun citra usaha yang profesional, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan daya saing produk di era digital.
Copyrights © 2026