Usaha mikro kuliner tradisional perlu memperkuat pemasaran digital agar mampu mempertahankan pasar pada masa pemulihan pascabanjir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha mikro dalam menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, komunikasi pelanggan, dan perluasan akses pasar. Mitra kegiatan adalah usaha Getuk Lindri LSM di Kota Lhokseumawe. Metode pelaksanaan terdiri atas identifikasi kebutuhan mitra, penyusunan materi, pelatihan luring, praktik pembuatan akun dan konten promosi, pendampingan daring, serta evaluasi melalui observasi hasil praktik dan umpan balik peserta. Materi pelatihan mencakup konsep pemasaran digital, pemilihan platform, pengelolaan akun Instagram, teknik foto produk, penulisan caption, konsistensi identitas usaha, dan strategi promosi berbasis media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami fungsi media sosial tidak hanya sebagai tempat mengunggah foto produk, tetapi juga sebagai media membangun kepercayaan, memperluas jangkauan konsumen, dan memperkuat citra produk kuliner tradisional. Luaran kegiatan berupa akun media sosial usaha yang lebih tertata, contoh konten promosi, dan peningkatan kesadaran mitra tentang pentingnya pemasaran digital yang konsisten. Kegiatan ini memberikan kontribusi praktis bagi pemulihan usaha mikro kuliner tradisional melalui penguatan kapasitas promosi digital yang mudah diterapkan dan berbiaya rendah.
Copyrights © 2026