Aspek penting dalam mengevaluasi fungsi kesehatan reproduksi adalah siklus menstruasi yang terjadi secara fisiologis setiap bulan. Pemilhan olahraga yang banyak diminati Wanita usia subur (WUS) adalah senam aerobic. Namun kadang sering menimbulkan kelelahan dan gangguan siklus menstruasi karena dilakukan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Salah satu upaya untuk menstabilkan siklus menstruasi dapat dipilih olahraga dengan intensitas rendah yaitu jogging. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh jogging terhadap siklus menstruasi pada WUS. Metode menggunakan pendekatan cros sectional pada WUS usia 20-40 tahun sebanyak 40 orang yang dilatih jogging selama 3 bulan dengan frekuensi 3-5 kali/minggu, dan durasi 30-60 menit. Uji analisis data menggunakan chi square untuk melihat hubungan jogging dengan siklus menstruasi dan uji regresi logistic multinomial untuk melihat kekuatan pengaruhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jogging mempunyai hubungan bermakna terhadap siklus menstruasi p=0,028 (p< 0,05) dan wanita yang melakukan aktivitas fisik secara rutin cenderung memiliki siklus menstruasi yang normal dibandingkan dengan wanita yang tidak teratur melakukan jogging dengan resiko 2,3 kali mengalami oligomenore dan 2,75 kali mengalami polimenore (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik yang teratur dengan intensitas rendah dapat membantu menjaga keseimbangan hormon reproduksi sehingga siklus menstruasi menjadi lebih teratur.
Copyrights © 2026